Senin, 25 Juni 2012
Sabtu, 31 Maret 2012
Etika Profesi 2
1. Jelaskan perbedaan pokok antara moral dengan etika, berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari!
2. Jelaskan perbedaan pokok antara paham kantianisme dan utilitariansime! Berikan contoh masing-masing! Paham mana yang lebih banyak dianut oleh para profesional/Insinyur di bidang keteknikan? Mengapa?
3. Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian
dalam kehidupan sehari-hari!.
4. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama dan kompetensi penunjang yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia!
Jawab:
1.Moral berasal dari bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan. Moral selalu dikaitkan dengan ajaran baik buruk yang diterima umum atau masyarakat. Karena itu adat istiadat masyarakat menjadi standar dalam menentukan baik dan buruknya suatu perbuatan. Etika adalah sebuah tatanan perilaku berdasarkan suatu sistem tata nilai suatu masyarakat tertentu, Etika lebih banyak dikaitkan dengan ilmu atau filsafat, karena itu yang menjadi standar baik dan buruk itu adalah akal manusia. Jika dibandingkan dengan moral, maka etika lebih bersifat teoritis sedangkan moral bersifat praktis. Moral bersifat lokal atau khusus dan etika bersifat umum.
Berdasarkan dari pengertian keduanya menurut saya dapat diambil kesimpulan bahwa moral merupakan sebuah prilaku manusia dilingkungan yang ditetapkan sedangkan etika merupakan suatu penilaian untuk moral bahwa yang dilakukannya benar atau salah.
Contoh nyata dalam lingkungan (Moral): berpakaian gamis atau baju koko di suatu acara majelis maka hal tersebut dianggap tidak melanggar norma karena budaya itu diterima masyarakat.
Contoh etika yaitu berupa anggapan atau penilaian pada diri kita sendiri bila prilaku yang dijalani sama diri kita menunjukkan hal positif atau negatif.
Referensi: http://dewon.wordpress.com/2007/11/03/kategori-19/
2.Kantianisme adalah menjunjung tinggi kejujuran dalam komunikasi serta keberanian menghadapi praduga negatif diri sendiri. Atau suatu perkataan jujur yang menyampingkan kemungkinan resiko besar terancamnya nyawa pelaku dalam kasus tersebut. Sedangkan Utilitarianisme menilai sebuah tindakan berdasarkan hasil yang dicapainya, apakah mereka membawa kebaikan bagi manusia atau tidak. Salah satu kekuatan utilitarianisme adalah bahwa mereka menggunakan sebuah prinsip dengan jelas dan rasional.
Berdasarkan pengertian diatas bila kantianisme merupakan suatu penilaian yang berupa pradugaan yang negatif dengan kata lain suatu penilaian yang tidak dilakukan dengan pertimbangan yang lebih matang, maka untuk Utilitarianisme yaitu sebuah tindakan dimana harus memiliki pemikiran rasional sehingga dengan begitu semua aspek dalam menentuka pilihan dapat ditinjau dari pemikiran rasional tersebut.
Contoh dari Kantianisme yaitu seseorang yang membuat sebuah antivirus dimana ia tidak ingin antivirus yang dibuatnya membasmi seluruh virus yang ada. data yang ada di computer akan hilang.
Contoh dari Utilitarianisme yaitu si pembuat antivirus ini ingin bisa membunuh semua virus yang ada pada computer akan tetapi ia rela membuat antivirus yang kuat dan baik walau harus menghacurkan semua software atau datanya.
Menurut saya, para profesional/insinyur/konsultan myang ahli di bidangnya maka akan mengerti tentang kedua pemahaman Kantianisme dan utilitarianisme karena kedua hal tersebut dapat dilakukan perhitungan atau pertimbangan yang matang dalam menentukan hal tersebut.
Referensi: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/tugas-1-etika-profesi-11/
3.Dilema moral adalah suatu keadaan dimana seorang individu atau sekumpulan masyarakat dihadapkan oleh suatu konflik, yang memberikan pilihan dalam membuat keputusan moral.
Contohnya: seorang seorang pengangguran dimana keadaan membutuhkan sesuatu namun ia tidak memiliki suatu atau uang maka ia lebih memilih untuk melakukan kejahatan demi mewujudkan suatu kebutuhannya.
Referensi:http://pendidikanmoral.um.edu.my/uploads/rujukan/real%20life%20dilema.pdf
4.Kompetensi utama dari sarjana teknik industri, yaitu:
Perancangan dan Pengembangan Produk: ini berguna karena untuk mengetahui perancangang produk yang akan dibuat serta membuat pengembangan produk yang ada sehingga produk yang dibuat akan selalu maju dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Desain Sistem Manufaktur dan Sistem Produksi: Perancangan dan pengelolaan proses manufaktur, perencanaan dan pengendalian produksi, proses produksi, tata letak pabrik, analisis biaya produksi, dan produktivitas.
Manajemen kualitas dan ergonomi: dimana untuk mengetahui kualitas yang baik atau yang sesuai dengan konsumen sehingga memahami standar yang digunakan dilingkungan dunia industry seperti ISO, SNI, JSI dan lain-lain
Kompetensi Penunjang dari Sarjana Teknik Industri yaitu:
Etika profesi: etika profesi ini sangat berguna bagi sarjana teknik industry, dengan mempelajari etika profesi maka akan menambah ilmu sebagai sarjana teknik industri.
Referensi: http://www.gunadarma.ac.id/en/page/teknik-industri.html
2. Jelaskan perbedaan pokok antara paham kantianisme dan utilitariansime! Berikan contoh masing-masing! Paham mana yang lebih banyak dianut oleh para profesional/Insinyur di bidang keteknikan? Mengapa?
3. Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian
dalam kehidupan sehari-hari!.
4. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama dan kompetensi penunjang yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia!
Jawab:
1.Moral berasal dari bahasa Latin mores yang berarti adat kebiasaan. Moral selalu dikaitkan dengan ajaran baik buruk yang diterima umum atau masyarakat. Karena itu adat istiadat masyarakat menjadi standar dalam menentukan baik dan buruknya suatu perbuatan. Etika adalah sebuah tatanan perilaku berdasarkan suatu sistem tata nilai suatu masyarakat tertentu, Etika lebih banyak dikaitkan dengan ilmu atau filsafat, karena itu yang menjadi standar baik dan buruk itu adalah akal manusia. Jika dibandingkan dengan moral, maka etika lebih bersifat teoritis sedangkan moral bersifat praktis. Moral bersifat lokal atau khusus dan etika bersifat umum.
Berdasarkan dari pengertian keduanya menurut saya dapat diambil kesimpulan bahwa moral merupakan sebuah prilaku manusia dilingkungan yang ditetapkan sedangkan etika merupakan suatu penilaian untuk moral bahwa yang dilakukannya benar atau salah.
Contoh nyata dalam lingkungan (Moral): berpakaian gamis atau baju koko di suatu acara majelis maka hal tersebut dianggap tidak melanggar norma karena budaya itu diterima masyarakat.
Contoh etika yaitu berupa anggapan atau penilaian pada diri kita sendiri bila prilaku yang dijalani sama diri kita menunjukkan hal positif atau negatif.
Referensi: http://dewon.wordpress.com/2007/11/03/kategori-19/
2.Kantianisme adalah menjunjung tinggi kejujuran dalam komunikasi serta keberanian menghadapi praduga negatif diri sendiri. Atau suatu perkataan jujur yang menyampingkan kemungkinan resiko besar terancamnya nyawa pelaku dalam kasus tersebut. Sedangkan Utilitarianisme menilai sebuah tindakan berdasarkan hasil yang dicapainya, apakah mereka membawa kebaikan bagi manusia atau tidak. Salah satu kekuatan utilitarianisme adalah bahwa mereka menggunakan sebuah prinsip dengan jelas dan rasional.
Berdasarkan pengertian diatas bila kantianisme merupakan suatu penilaian yang berupa pradugaan yang negatif dengan kata lain suatu penilaian yang tidak dilakukan dengan pertimbangan yang lebih matang, maka untuk Utilitarianisme yaitu sebuah tindakan dimana harus memiliki pemikiran rasional sehingga dengan begitu semua aspek dalam menentuka pilihan dapat ditinjau dari pemikiran rasional tersebut.
Contoh dari Kantianisme yaitu seseorang yang membuat sebuah antivirus dimana ia tidak ingin antivirus yang dibuatnya membasmi seluruh virus yang ada. data yang ada di computer akan hilang.
Contoh dari Utilitarianisme yaitu si pembuat antivirus ini ingin bisa membunuh semua virus yang ada pada computer akan tetapi ia rela membuat antivirus yang kuat dan baik walau harus menghacurkan semua software atau datanya.
Menurut saya, para profesional/insinyur/konsultan myang ahli di bidangnya maka akan mengerti tentang kedua pemahaman Kantianisme dan utilitarianisme karena kedua hal tersebut dapat dilakukan perhitungan atau pertimbangan yang matang dalam menentukan hal tersebut.
Referensi: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/tugas-1-etika-profesi-11/
3.Dilema moral adalah suatu keadaan dimana seorang individu atau sekumpulan masyarakat dihadapkan oleh suatu konflik, yang memberikan pilihan dalam membuat keputusan moral.
Contohnya: seorang seorang pengangguran dimana keadaan membutuhkan sesuatu namun ia tidak memiliki suatu atau uang maka ia lebih memilih untuk melakukan kejahatan demi mewujudkan suatu kebutuhannya.
Referensi:http://pendidikanmoral.um.edu.my/uploads/rujukan/real%20life%20dilema.pdf
4.Kompetensi utama dari sarjana teknik industri, yaitu:
Perancangan dan Pengembangan Produk: ini berguna karena untuk mengetahui perancangang produk yang akan dibuat serta membuat pengembangan produk yang ada sehingga produk yang dibuat akan selalu maju dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Desain Sistem Manufaktur dan Sistem Produksi: Perancangan dan pengelolaan proses manufaktur, perencanaan dan pengendalian produksi, proses produksi, tata letak pabrik, analisis biaya produksi, dan produktivitas.
Manajemen kualitas dan ergonomi: dimana untuk mengetahui kualitas yang baik atau yang sesuai dengan konsumen sehingga memahami standar yang digunakan dilingkungan dunia industry seperti ISO, SNI, JSI dan lain-lain
Kompetensi Penunjang dari Sarjana Teknik Industri yaitu:
Etika profesi: etika profesi ini sangat berguna bagi sarjana teknik industry, dengan mempelajari etika profesi maka akan menambah ilmu sebagai sarjana teknik industri.
Referensi: http://www.gunadarma.ac.id/en/page/teknik-industri.html
Kamis, 29 Maret 2012
Membangun Pikiran untuk Menjadi Seorang Pemimpin
Banyak dari sebagian orang ingin sekali menjadi seorang pemimpin. Namun pada dasar untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah butuh pengalaman dan pengetahuan yang lebih untuk bisa menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu dalam hal ini menjelaskan bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yaitu dengan membangun pikiran yang baik.
Setiap orang pada hakikatnya adalah sebagai pemimpin, baik itu pemimpin negara, perusahaan, manajer pemimpin dalam rumah tangga dan lain-lain. Bahkan ada sebuah kutipan oleh kristian hardianto mengatakan bahwa kepemimpinan pada hakikatnya kemampuan untuk mempengaruhi artinya ketika seseorang bisa mempengaruhi dalam hal baik maka diri kita sendiri maupun orang lain tersebut merupakan sudah menjadi seseorang pemimpin. Singkatnya kalau kita dapat mempengaruhi diri kita sendiri itu merupakan pemimpin atas diri kita sendiri.
Banyak orang berpendapat bahwa pemimpin diri sendiri itu suatu hal yang menyulitkan. Sebenarnya hal itu mudah dan memungkinkan untuk memimpin diri sendiri. Karena pada diri sendirilah adanya control atas diri kita sendiri. Sebagai contoh jika anda malas, maka anda langsung malas. Begitu juga sebaliknya jika anda ingin bekerja maka anda pun akan langsung bekerja.
Permasalahannya, kenapa banyak orang yang gagal dalam memimpin diri sendiri ? ada dua hal yang membuat orang tersebut gagal dalam memimpin diri sendiri, yaitu hal pertama ia tidak mau menentukan hal apapun, kedua ia salah dalam menentukan pilihanya. Kehidupan ini selalu menawarkan banyak pilihan. Cuma dalam menentukan pilihan itu tinggal menunggu keputusan kita dalam pikiran kita sendiri. Jika pikiran memilih kegiatan yang bersifat positif maka otak kita akan melogikakan agar tindakan kita positif, begitu juga sebaliknya. Disinilah peran penting kekuatan pikiran dalam meraih sebuah kepemimpinan.
Langkah awal dalam meraih kepemimpinan adalah terlebih dahulu kita harus bisa memimpin atas diri kita sendiri. Sebagai contoh yang pernah dikatakan oleh aa gym, yaitu tiga hal untuk membangun sebuah negara yang kuat dan besar dimulai dari yang terkecil, mulai dari diri kita sendiri dan mulai pada saat ini. Dari ketiga hal tersebut ada satu hal yang perlu digaris bawahi, yaitu memulai dari diri kita sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan atas diri sendiri merupakan faktor penting dalam meraih sebuah kepemimpinan yang lebih besar lagi. Bagaimana kita mau menjadi pemimpin sebuah organisasi ataupun negara, maka kalau kita belum mampu untuk memimpin diri kita sendiri.
Dalam hal ini adalah sebuah tokoh yaitu Thomas alfa Edison, ia merupakan salah satu orang yang mempunyai kekuatan pikiran yang sangat luar biasa. Ia melakukan percobaan dengan mengalami berkali-kali kegagalan untuk menciptakan lampu bohlam. Meskipun telah mengalami beberapa kali kegagalannya tetapi ia tetap terus berusaha mencoba. Seandainya ia memilih untuk berhenti dalam percobaannya maka apa yang terjadi ? pasti semua hal yang ia temukan tidak ada saat ini. Banyak juga pemimpin besar dunia yang menggunakan kekuatan pikiran sehingga ia menjadi pemimpin besar yang mempengaruhi peradaban manusia. Hal seperti itu ada karena kegigihan, ulet, dan tekun.
Ada tiga pola berpikir untuk menjadi seorang pemimpin, pertama yaitu berpikir besar. Keberhasilan seseorang tidak ditentukan dengan besar kecilnya hal berpikir. Calon-calon pemimpin selalu berpikir dengan hal-hal yang besar. Karena dengan berpikir hal-hal yang besar maka akan mempengaruhi terhadap sikap dan prilakunya yang mengarah kepada hal-hal yang besar pula. Pemilihan pikiran ini akan menjadi daya magnet yang akan menarik pada sesuatu kekuatan pada apa yang dinginkan. Dengan demikian tindakan pun akan termotivasi untuk melakukan hal besar tersebut.
Kedua, berpikir positif. Berpikir positif bukan hal sekedar tidak berpikir negatif atau membuang pikiran negatif. Akan tetapi apakah ia bisa menggunakan kekuatan pikirannya untuk hal-hal yang positif sehingga menghasilkan sesuatu yang produktif pikiran positif selalu mengarah pada suatu tindakan untuk memanfaatkan segala sesuatu yang ada. Dengan demikian, bagi orang yang selalu berpikir positif semua yang ada selalu bisa menjadi sesuatu yang produktif.
Ketiga, berpikir maju, yaitu berpikir bagaimana mengembangkan diri dengan mengembangkan orang lain terlebih dahulu. Inilah sebenarnya ini dari pengertian “win-win solution”. Dalam sebuah kutipan yang dituliskan oleh John Maxwell dan Jim Dornan dengan buku yang berjudul strategi menuju sukses. Ia mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik adalah dengan memperdayakan orang lain, dengan kata lain bila membantu banyak orang berhasil maka kita akan berhasil pula.
Sumber: Af. Syaifuddin “ Kekuatan Pikiran” 2010.
Setiap orang pada hakikatnya adalah sebagai pemimpin, baik itu pemimpin negara, perusahaan, manajer pemimpin dalam rumah tangga dan lain-lain. Bahkan ada sebuah kutipan oleh kristian hardianto mengatakan bahwa kepemimpinan pada hakikatnya kemampuan untuk mempengaruhi artinya ketika seseorang bisa mempengaruhi dalam hal baik maka diri kita sendiri maupun orang lain tersebut merupakan sudah menjadi seseorang pemimpin. Singkatnya kalau kita dapat mempengaruhi diri kita sendiri itu merupakan pemimpin atas diri kita sendiri.
Banyak orang berpendapat bahwa pemimpin diri sendiri itu suatu hal yang menyulitkan. Sebenarnya hal itu mudah dan memungkinkan untuk memimpin diri sendiri. Karena pada diri sendirilah adanya control atas diri kita sendiri. Sebagai contoh jika anda malas, maka anda langsung malas. Begitu juga sebaliknya jika anda ingin bekerja maka anda pun akan langsung bekerja.
Permasalahannya, kenapa banyak orang yang gagal dalam memimpin diri sendiri ? ada dua hal yang membuat orang tersebut gagal dalam memimpin diri sendiri, yaitu hal pertama ia tidak mau menentukan hal apapun, kedua ia salah dalam menentukan pilihanya. Kehidupan ini selalu menawarkan banyak pilihan. Cuma dalam menentukan pilihan itu tinggal menunggu keputusan kita dalam pikiran kita sendiri. Jika pikiran memilih kegiatan yang bersifat positif maka otak kita akan melogikakan agar tindakan kita positif, begitu juga sebaliknya. Disinilah peran penting kekuatan pikiran dalam meraih sebuah kepemimpinan.
Langkah awal dalam meraih kepemimpinan adalah terlebih dahulu kita harus bisa memimpin atas diri kita sendiri. Sebagai contoh yang pernah dikatakan oleh aa gym, yaitu tiga hal untuk membangun sebuah negara yang kuat dan besar dimulai dari yang terkecil, mulai dari diri kita sendiri dan mulai pada saat ini. Dari ketiga hal tersebut ada satu hal yang perlu digaris bawahi, yaitu memulai dari diri kita sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan atas diri sendiri merupakan faktor penting dalam meraih sebuah kepemimpinan yang lebih besar lagi. Bagaimana kita mau menjadi pemimpin sebuah organisasi ataupun negara, maka kalau kita belum mampu untuk memimpin diri kita sendiri.
Dalam hal ini adalah sebuah tokoh yaitu Thomas alfa Edison, ia merupakan salah satu orang yang mempunyai kekuatan pikiran yang sangat luar biasa. Ia melakukan percobaan dengan mengalami berkali-kali kegagalan untuk menciptakan lampu bohlam. Meskipun telah mengalami beberapa kali kegagalannya tetapi ia tetap terus berusaha mencoba. Seandainya ia memilih untuk berhenti dalam percobaannya maka apa yang terjadi ? pasti semua hal yang ia temukan tidak ada saat ini. Banyak juga pemimpin besar dunia yang menggunakan kekuatan pikiran sehingga ia menjadi pemimpin besar yang mempengaruhi peradaban manusia. Hal seperti itu ada karena kegigihan, ulet, dan tekun.
Ada tiga pola berpikir untuk menjadi seorang pemimpin, pertama yaitu berpikir besar. Keberhasilan seseorang tidak ditentukan dengan besar kecilnya hal berpikir. Calon-calon pemimpin selalu berpikir dengan hal-hal yang besar. Karena dengan berpikir hal-hal yang besar maka akan mempengaruhi terhadap sikap dan prilakunya yang mengarah kepada hal-hal yang besar pula. Pemilihan pikiran ini akan menjadi daya magnet yang akan menarik pada sesuatu kekuatan pada apa yang dinginkan. Dengan demikian tindakan pun akan termotivasi untuk melakukan hal besar tersebut.
Kedua, berpikir positif. Berpikir positif bukan hal sekedar tidak berpikir negatif atau membuang pikiran negatif. Akan tetapi apakah ia bisa menggunakan kekuatan pikirannya untuk hal-hal yang positif sehingga menghasilkan sesuatu yang produktif pikiran positif selalu mengarah pada suatu tindakan untuk memanfaatkan segala sesuatu yang ada. Dengan demikian, bagi orang yang selalu berpikir positif semua yang ada selalu bisa menjadi sesuatu yang produktif.
Ketiga, berpikir maju, yaitu berpikir bagaimana mengembangkan diri dengan mengembangkan orang lain terlebih dahulu. Inilah sebenarnya ini dari pengertian “win-win solution”. Dalam sebuah kutipan yang dituliskan oleh John Maxwell dan Jim Dornan dengan buku yang berjudul strategi menuju sukses. Ia mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik adalah dengan memperdayakan orang lain, dengan kata lain bila membantu banyak orang berhasil maka kita akan berhasil pula.
Sumber: Af. Syaifuddin “ Kekuatan Pikiran” 2010.
Jumat, 16 Maret 2012
Arti Sistem di Lingkungan Industri Secara Umum
Dalam suatu lingkungan industri pasti mengenal istilah kata sistem. Kata sistem tersebut dimana sangat erat di lingkungan industri seperti sistem informasi, sistem distribusi, sistem produksi dan lain-lain. Oleh sebab itu istilah sistem tersebut tidak akan bisa dihapus dari lingkungan industry. Sistem tersebut berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem). Atau sistem tersebut memiliki arti yaitu kumpulan entitas yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan tertentu.
Di arti sistem tersebut terdapat 3 unsur kata seperti entitas, interaksi dan tujuan. Arti entitas tersebut dapat disebut dengan komponen, elemen, unsur, organ, bagian dan lain-lain. Arti interaksi ini sendiri merupakan hubungan antar entitas, dimana interaksi bisa dikatakan hubungan, keterkaitan dan lain-lain. Sedangkan tujuan tersebut ialah sasaran, maksud, hasil akhir dan lain-lain. Maka dapat dipahami bahwa sistem tersebut merupakan suatu unsur yang saling berinteraksi dimana mempunya tujuan yang menjadi penentu dalam suatu sistem tersebut.
Sistem yang di terapkan dalam lingkungan industri pun akan mengalami masalah. Oleh sebab itu pasti pernah mengenal istilah sistemmik atau sistematis. Kedua kata tersebut merupakan arti yang sangat penting untuk dipahami setelah memahami arti dari sistem. Arti dari sistemmik merupakan suatu permasalahan yang terjadi pada pemahaman sistem. Sedangkan sistematis merupakan permasalahan sistem yang harus di selesaikan dengan pendekatan sistem. Pendekatan sistem tersebut dapat dipahami setelah memahami sistem yang telah diterapkan. Oleh sebab itu tidak semua permasalahan sistem yang didapat tersebut tidak selalu dari entitas atau pun tujuan maka pahami pula sistem yang telah diterapkan tersebut.
Di arti sistem tersebut terdapat 3 unsur kata seperti entitas, interaksi dan tujuan. Arti entitas tersebut dapat disebut dengan komponen, elemen, unsur, organ, bagian dan lain-lain. Arti interaksi ini sendiri merupakan hubungan antar entitas, dimana interaksi bisa dikatakan hubungan, keterkaitan dan lain-lain. Sedangkan tujuan tersebut ialah sasaran, maksud, hasil akhir dan lain-lain. Maka dapat dipahami bahwa sistem tersebut merupakan suatu unsur yang saling berinteraksi dimana mempunya tujuan yang menjadi penentu dalam suatu sistem tersebut.
Sistem yang di terapkan dalam lingkungan industri pun akan mengalami masalah. Oleh sebab itu pasti pernah mengenal istilah sistemmik atau sistematis. Kedua kata tersebut merupakan arti yang sangat penting untuk dipahami setelah memahami arti dari sistem. Arti dari sistemmik merupakan suatu permasalahan yang terjadi pada pemahaman sistem. Sedangkan sistematis merupakan permasalahan sistem yang harus di selesaikan dengan pendekatan sistem. Pendekatan sistem tersebut dapat dipahami setelah memahami sistem yang telah diterapkan. Oleh sebab itu tidak semua permasalahan sistem yang didapat tersebut tidak selalu dari entitas atau pun tujuan maka pahami pula sistem yang telah diterapkan tersebut.
Kamis, 15 Maret 2012
Etika Profesi (1)
1.Jelaskan pengertian dan cakupan etika profesi!
2.Apa tujuan dari proses pembelajaran etika profesi keteknikan!
3.Apa yang dimaksud dengan kode etik?
4.Jelaskan kode etik Insinyur (keteknikan) menurut ABET !
Jawab:
1.Etika profesi banyak sekali memiliki arti diantaranya; etika dan teknik etika,
Dimana etika pun memiliki pengertian tersendiri yaitu
a.Studi karakterisktik moral. Maksudnya belajar mengendalikan kepribadian manusia dimana watak kesusilaan manusia harus lebih baik dilingkungan masyarakat ataupun dilingkungan industri.
b.Menentukan pilihan moral yang dibuat oleh orang-orang dimana akan menghubungkan dengan orang lain. Maksudnya menjaga moral atau kepribadian (watak kesusilaan) agar selalu baik karena dengan menjaga moral semua orang akan menjadi senang dengan kepribadian yang baik.
Sedangkan berdasarkan pengertian teknik etika yaitu
a.Filosofi yang menunjukkan cara-cara yang seseorang harus berperilaku kepada orang lain dengan professional. Maksud dilingkungan masyarakat yang berbeda-beda ini manusia prilaku orang dan presepsi selalu berbeda maka sebab itu harus memiliki prilaku yang baik agar menjadi hubungan dengan yang lainnya.
(http://faculty.uoh.edu.sa/m.aichouni/prep004/chap3Intro%20to%20Engineering%20Ethics.pdf)
Secara ringkas pengertian etika profesi adalah Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. (eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf)
2.Tujuan pembelajaran etika profesi dimana manusia harus menjaga karakteristik moral atau watak kesusilaan di lingkungan sekitar, baik lingkungan dunia kerja dengan mempertimbangkan suatu tindakan yang dilakukan oleh manusia tersebut maka akan mendapatkan pandangan yang baik dari manusia yang ada di sekitarnya atau masyarakat. Dimana menjaga karakteristik moral atau watak tersebut seperti bersikap jujur, disiplin dan lain-lain.
3.Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. (eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf)
4.Kode etik insinyur menurut ABET terdiri atas 2 bagian diantaranya;
Atas Dasar Prinsip
Dalam kode etik dasar prinsip yang telah ditentukan oleh ABET ini terdiri 4 yaitu;
1. Selalu menggunakan pikiran dengan pengetahuan intelektual dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan manusianya;
2. Bersikap jujur dan adil, dan melayani dengan kesetiaan masyarakat, pengusaha dan klien;
3. Berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi dari profesi teknik, dan;
4. Selalu mendukung masyarakat agar profesional dan teknis dalam peningkatan ilmu disiplin mereka.
Atas Dasar Kanon
Dalam kode etik dasar kanon yang telah ditentukan oleh ABET ini terdiri 4 yaitu
1. Seorang Insinyur selalu mementingkan K3 (keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan) masyarakat dalam pelaksaan tugas professional mereka.
2. Insinyur harus melakukan hanya layanan di bidang kompetensi mereka.
3. Seorang Insinyur berpikir dengan cara yang obyektif dan benar.
4. Insinyur harus bertindak adil dan hal-hal profesional dalam suatu keputusan untuk setiap pemberi kerja atau klien sebagai agen yang setia atau wali, dan akan menghindari konflik kepentingan.
5. Seorang Insinyur harus memiliki hal-hal yang profesional dimana untuk memberikan pelayanan kepada mereka sebagai konsumen dan akan bersaing secara tidak adil dengan pesaing tersebut.
6. Insinyur pun memiliki ketegasan dan menjaga serta meningkatkan kehormatan, integritas dan martabat profesi yang dijalaninya.
7. Insinyur yang profesional selalu mengembangkan atau berusaha dengan baik demi karier yang dimilikinya dan menerima pendapat dari insinyur lain.
(http://wadsworth.com/philosophy_d/templates/student_resources/0534605796_harris/cases/Codes/abet.htm)
2.Apa tujuan dari proses pembelajaran etika profesi keteknikan!
3.Apa yang dimaksud dengan kode etik?
4.Jelaskan kode etik Insinyur (keteknikan) menurut ABET !
Jawab:
1.Etika profesi banyak sekali memiliki arti diantaranya; etika dan teknik etika,
Dimana etika pun memiliki pengertian tersendiri yaitu
a.Studi karakterisktik moral. Maksudnya belajar mengendalikan kepribadian manusia dimana watak kesusilaan manusia harus lebih baik dilingkungan masyarakat ataupun dilingkungan industri.
b.Menentukan pilihan moral yang dibuat oleh orang-orang dimana akan menghubungkan dengan orang lain. Maksudnya menjaga moral atau kepribadian (watak kesusilaan) agar selalu baik karena dengan menjaga moral semua orang akan menjadi senang dengan kepribadian yang baik.
Sedangkan berdasarkan pengertian teknik etika yaitu
a.Filosofi yang menunjukkan cara-cara yang seseorang harus berperilaku kepada orang lain dengan professional. Maksud dilingkungan masyarakat yang berbeda-beda ini manusia prilaku orang dan presepsi selalu berbeda maka sebab itu harus memiliki prilaku yang baik agar menjadi hubungan dengan yang lainnya.
(http://faculty.uoh.edu.sa/m.aichouni/prep004/chap3Intro%20to%20Engineering%20Ethics.pdf)
Secara ringkas pengertian etika profesi adalah Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. (eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf)
2.Tujuan pembelajaran etika profesi dimana manusia harus menjaga karakteristik moral atau watak kesusilaan di lingkungan sekitar, baik lingkungan dunia kerja dengan mempertimbangkan suatu tindakan yang dilakukan oleh manusia tersebut maka akan mendapatkan pandangan yang baik dari manusia yang ada di sekitarnya atau masyarakat. Dimana menjaga karakteristik moral atau watak tersebut seperti bersikap jujur, disiplin dan lain-lain.
3.Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja. (eprints.undip.ac.id/4907/1/Etika_Profesi.pdf)
4.Kode etik insinyur menurut ABET terdiri atas 2 bagian diantaranya;
Atas Dasar Prinsip
Dalam kode etik dasar prinsip yang telah ditentukan oleh ABET ini terdiri 4 yaitu;
1. Selalu menggunakan pikiran dengan pengetahuan intelektual dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan manusianya;
2. Bersikap jujur dan adil, dan melayani dengan kesetiaan masyarakat, pengusaha dan klien;
3. Berusaha untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi dari profesi teknik, dan;
4. Selalu mendukung masyarakat agar profesional dan teknis dalam peningkatan ilmu disiplin mereka.
Atas Dasar Kanon
Dalam kode etik dasar kanon yang telah ditentukan oleh ABET ini terdiri 4 yaitu
1. Seorang Insinyur selalu mementingkan K3 (keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan) masyarakat dalam pelaksaan tugas professional mereka.
2. Insinyur harus melakukan hanya layanan di bidang kompetensi mereka.
3. Seorang Insinyur berpikir dengan cara yang obyektif dan benar.
4. Insinyur harus bertindak adil dan hal-hal profesional dalam suatu keputusan untuk setiap pemberi kerja atau klien sebagai agen yang setia atau wali, dan akan menghindari konflik kepentingan.
5. Seorang Insinyur harus memiliki hal-hal yang profesional dimana untuk memberikan pelayanan kepada mereka sebagai konsumen dan akan bersaing secara tidak adil dengan pesaing tersebut.
6. Insinyur pun memiliki ketegasan dan menjaga serta meningkatkan kehormatan, integritas dan martabat profesi yang dijalaninya.
7. Insinyur yang profesional selalu mengembangkan atau berusaha dengan baik demi karier yang dimilikinya dan menerima pendapat dari insinyur lain.
(http://wadsworth.com/philosophy_d/templates/student_resources/0534605796_harris/cases/Codes/abet.htm)
Minggu, 27 November 2011
Analisis Biaya dan Estimasi Biaya
Nama: Asep Reza Asopiana
NPM: 33409495
1. Pendahuluan
Wirausaha adalah seseorang kemauan untuk menciptakan lapangan kerja baru ditengah persaingan dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Wirausaha pun harus memiliki kemampuan dari inisiatif dan tanggung jawab akan pekerjaan yang di jalani ketika terjadi suatu resiko dalam pekerjaannya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Karena ingin selalu memajukan dan meningkatkan usaha yang dijalankannya.
Bicara mengenai keuangan menurut pandangan ekonomi, akan ada sangkut pautnya dengan yang namanya pengeluaran dan pendapatan. Pengeluaran menandakan biaya yang harus dikeluarkan untuk menunjang kegiatan perekonomian. Pendapatan menandakan keuntungan yang didapat dari kegiatan perekonomian. Kalangan ekonom mendefinisikan keuntungan sebagai selisih antara total penjualan dengan total biaya.
Estimasi biaya adalah proses menaksir hubungan antara biaya-biaya dan pengaruh penyebab biaya tersebut. Beberapa biaya yang ada secara langsung dihubungkan dengan suatu aktivitas dan dapat diperkirakan berdasarkan pada sebuah aktivitas tersebut. Tujuan utamanya adalah mengatur biaya-biaya, decession maker, dan alat perencanaan dan penetapan biaya standar.
2. Permasalahan yang Dipelajari
Penulisan ini saya mencoba untuk mencari tahu tentang bagaimana cara menganalisis sekaligus mengestimasi biaya yang ada dari sebuah neraca keuangan usaha kecil menengah. Usaha yang dipilih dalam tugas saya yaitu bengkel las. Saya selaku analis dituntut untuk bisa mempelajari tentang neraca keuangan, yang meliputi pengeluaran dan pendapatan dari usaha yang menjadi objek penelitian.
Saya diposisikan sebagai analis yang bisa menjelaskan perlunya analisis dan estimasi biaya dalam usaha bengkel las. Analis harus biaya memperkirakan biaya, pola biaya apa yang ada, dan menyusun dan membangun metode bangun penilaian biaya.
Analis dituntut untuk bisa mengetahui neraca keuangan perbulan, yang kemudian akan dibuat sebuah kesimpulan neraca keuangan berdasarkan lamanya penelitian atau pengambilan data. Hasil yang analis dapat akan disajikan dalam bentuk laporan keuangan.
3. Tahapan Proses Penelitian
Ada tiga tahapan penting yang harus dilakukan oleh analis dalam penelitiannya. Ketiga tahapan tersebut meliputi proses pengklarifiasian transaksi, proses mencatat dan merangkum, dan prorses penginterpretasian hasil dalam bentuk laporan.
Tahapan pertama adalah proses mengklarifikasi transaksi. Analis dituntut untuk bisa mengklarifikasikan berbagai bentuk transaksi keuangan yang ada pada usaha yang diteliti (bengkel las). Bentuk transaksi itu dapat berupa catatan belanja bulanan dan pendapatan dari hasil penjualan. Setelah mengklarifikasi transaksi, tugas analis adalah mencatat dan menrangkum semua hasil pengklarifikasian dari transaksi yang didapat. Dari hasil catatan dan rangkuman yang dibuat, analis harus bisa menginterpretasikan hasil tersebut ke dalam bentuk laporan keuangan.
4. Deskripsi Industri Kecil (Bengkel Las)
Indutsri kecil ini merupakan usaha yang dibuat oleh seseorang dimana yang berniat untuk membuat usaha sendiri dan mendapatkan penghasilan sendiri. Industri ini pun nyata tidak fiktif telah berkembang sudah cukup lama sekitar 5 tahun lebih lokasinya berada di bekasi. Industri ini telah memproduksi berbagai jenis produk yang di hasilkannya seperti pagar, canopy, tralis dan lain-lain dimana yang hasil buatannya terbuat dari bahan jenis besi. Besi yang digunakan pun juga berbagai macam jenis seperti besi behel, besi naco, besi plat dan lain-lain namun tidak untuk ukuran besi yang besar. Industri kecil ini sebenarnya hanya memiliki 3 pekerja, namun kadang-kadang industri ini menerima pekerja lebih bila pekerjaannya telah banyak yang meminta dari konsumen yang memesan.
Pemesanan bisa berdasarkan jasa atau pun produk yang ditawarkan oleh industri bengkel las ini, akan tetapi yang sering di terima pekerjaannya yaitu jasa. Produk yang ditawarkan pun cukup bervariasi dan kreatif sehingga hasil dari produk yang dibuatnya tidak mengecewakan cukup baik, karena pembuatan produk tersebut dibuat dengan baik dan bahan yang cukup baik karena pekerjanya telah terlatih sehingga dalam pembuatan produk cukup baik. Berdasarkan permintaan bengkel las ini dapat membuat produk yang di pesan dengan tepat waktu karena selalu mengutamakan keinginan konsumen, namun jika banyak pesanan mungkin akan mengalami keterlambatan yang tidak jauh dari hari yang telah di tentukan. Bengkel las ini pun tidak hanya bekerja di tempat kerjanya tapi menerima pemesanan jika konsumen meminta untuk di kerjakan di tempat konsumen.
Agustus 2011
Proyek Renovasi Rumah Di daerah Depok
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Polly Carbonat 2 roll = Rp. 1.800.000
• Besi Hollow 2/4 50 batang = Rp. 2.650.000
• Besi Hollow 4/4 15 batang = Rp. 1.425.000
• Besi Hollow 3/6 12 batang = Rp. 1.380.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.150.000
• Cat = Rp. 200.000
• Thines = Rp. 160.000
• Kawat las = Rp. 80.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 150.000
• Gerinda potong kecil 20 buah = Rp. 100.000
• Lain-lain = Rp. 250.000
• Keuntungan = Rp. 12.405.000
Total = Rp. 30.000.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Pagar = Rp. 7.000.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 10.500.000
• Pekerjaan Riding = Rp. 5.000.000
• Pekerjaan Tangga Besi = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Ornamen Joglo = Rp. 2.500.000
• Pekerjaan Turn = Rp. 1.200.000
• Pekerjaan Canopy Jemuran = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Ornamen = Rp. 800.000
Total = Rp. 30.000.000
September 2011
Proyek Renovasi Rumah Di Jakarta Utara
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Besi Hollow 2/4 60 batang = Rp. 3.180.000
• Besi Hollow 4/4 20 batang = Rp. 1.900.000
• Besi Hollow 3/6 15 batang = Rp. 1.725.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.550.000
• Cat = Rp. 250.000
• Kawat las = Rp. 100.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 200.000
• Gerinda potong kecil 25 buah = Rp. 500.000
• Lain-lain = Rp. 750.000
• Keuntungan = Rp. 34.545.000
Total = Rp. 45.300.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Tangga Jalan Biasa = Rp. 3.000.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 15.400.000
• Pekerjaan Rangka Kaca = Rp. 3.000.000
• Pekerjaan Rangka Atas = Rp. 2.000.000
• Pekerjaan Jalusi = Rp. 1.800.000
• Pekerjaan Kili-Kili = Rp. 7..000.000
• Pekerjaan Atap Jemuran = Rp. 3.500.000
• Pekerjaan Tangga Atas = Rp. 6.000.000
• Pekerjaan Tanggeng 27.64 x 150 = Rp. 4.000.000
Total = Rp. 45.300.000
Oktober 2011
Proyek Renovasi Rumah Di daerah Jakarta Barat
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Besi Hollow 2/4 50 batang = Rp. 2.650.000
• Besi Hollow 3/6 12 batang = Rp. 1.380.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.150.000
• Cat = Rp. 200.000
• Kawat las = Rp. 80.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 150.000
• Gerinda potong kecil 20 buah = Rp. 100.000
• Lain-lain = Rp. 250.000
• Keuntungan = Rp. 14.740.000
Total = Rp. 21.300.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Pagar = Rp. 7.000.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 10.500.000
• Pekerjaan Tangga Besi = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Canopy Jemuran = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Ornamen = Rp. 800.000
Total = Rp. 21.300.000
November 2011
Proyek Renovasi Rumah Di daerah Depok
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Besi Hollow 2/4 50 batang = Rp. 2.650.000
• Besi Hollow 3/6 12 batang = Rp. 1.380.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.550.000
• Cat = Rp. 250.000
• Kawat las = Rp. 100.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 250.000
• Gerinda potong kecil 20 buah = Rp. 100.000
• Lain-lain = Rp. 350.000
• Keuntungan = Rp. 11.570.000
Total = Rp. 18.800.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Pagar = Rp. 6.500.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 10.000.000
• Pekerjaan Tangga Besi = Rp. 1.200.000
• Pekerjaan Canopy Jemuran = Rp. 1.100.000
Total = Rp. 18.800.000
Lampiran Tentang keuangan dalam bentuk word bisa di download disini
NPM: 33409495
1. Pendahuluan
Wirausaha adalah seseorang kemauan untuk menciptakan lapangan kerja baru ditengah persaingan dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Wirausaha pun harus memiliki kemampuan dari inisiatif dan tanggung jawab akan pekerjaan yang di jalani ketika terjadi suatu resiko dalam pekerjaannya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Karena ingin selalu memajukan dan meningkatkan usaha yang dijalankannya.
Bicara mengenai keuangan menurut pandangan ekonomi, akan ada sangkut pautnya dengan yang namanya pengeluaran dan pendapatan. Pengeluaran menandakan biaya yang harus dikeluarkan untuk menunjang kegiatan perekonomian. Pendapatan menandakan keuntungan yang didapat dari kegiatan perekonomian. Kalangan ekonom mendefinisikan keuntungan sebagai selisih antara total penjualan dengan total biaya.
Estimasi biaya adalah proses menaksir hubungan antara biaya-biaya dan pengaruh penyebab biaya tersebut. Beberapa biaya yang ada secara langsung dihubungkan dengan suatu aktivitas dan dapat diperkirakan berdasarkan pada sebuah aktivitas tersebut. Tujuan utamanya adalah mengatur biaya-biaya, decession maker, dan alat perencanaan dan penetapan biaya standar.
2. Permasalahan yang Dipelajari
Penulisan ini saya mencoba untuk mencari tahu tentang bagaimana cara menganalisis sekaligus mengestimasi biaya yang ada dari sebuah neraca keuangan usaha kecil menengah. Usaha yang dipilih dalam tugas saya yaitu bengkel las. Saya selaku analis dituntut untuk bisa mempelajari tentang neraca keuangan, yang meliputi pengeluaran dan pendapatan dari usaha yang menjadi objek penelitian.
Saya diposisikan sebagai analis yang bisa menjelaskan perlunya analisis dan estimasi biaya dalam usaha bengkel las. Analis harus biaya memperkirakan biaya, pola biaya apa yang ada, dan menyusun dan membangun metode bangun penilaian biaya.
Analis dituntut untuk bisa mengetahui neraca keuangan perbulan, yang kemudian akan dibuat sebuah kesimpulan neraca keuangan berdasarkan lamanya penelitian atau pengambilan data. Hasil yang analis dapat akan disajikan dalam bentuk laporan keuangan.
3. Tahapan Proses Penelitian
Ada tiga tahapan penting yang harus dilakukan oleh analis dalam penelitiannya. Ketiga tahapan tersebut meliputi proses pengklarifiasian transaksi, proses mencatat dan merangkum, dan prorses penginterpretasian hasil dalam bentuk laporan.
Tahapan pertama adalah proses mengklarifikasi transaksi. Analis dituntut untuk bisa mengklarifikasikan berbagai bentuk transaksi keuangan yang ada pada usaha yang diteliti (bengkel las). Bentuk transaksi itu dapat berupa catatan belanja bulanan dan pendapatan dari hasil penjualan. Setelah mengklarifikasi transaksi, tugas analis adalah mencatat dan menrangkum semua hasil pengklarifikasian dari transaksi yang didapat. Dari hasil catatan dan rangkuman yang dibuat, analis harus bisa menginterpretasikan hasil tersebut ke dalam bentuk laporan keuangan.
4. Deskripsi Industri Kecil (Bengkel Las)
Indutsri kecil ini merupakan usaha yang dibuat oleh seseorang dimana yang berniat untuk membuat usaha sendiri dan mendapatkan penghasilan sendiri. Industri ini pun nyata tidak fiktif telah berkembang sudah cukup lama sekitar 5 tahun lebih lokasinya berada di bekasi. Industri ini telah memproduksi berbagai jenis produk yang di hasilkannya seperti pagar, canopy, tralis dan lain-lain dimana yang hasil buatannya terbuat dari bahan jenis besi. Besi yang digunakan pun juga berbagai macam jenis seperti besi behel, besi naco, besi plat dan lain-lain namun tidak untuk ukuran besi yang besar. Industri kecil ini sebenarnya hanya memiliki 3 pekerja, namun kadang-kadang industri ini menerima pekerja lebih bila pekerjaannya telah banyak yang meminta dari konsumen yang memesan.
Pemesanan bisa berdasarkan jasa atau pun produk yang ditawarkan oleh industri bengkel las ini, akan tetapi yang sering di terima pekerjaannya yaitu jasa. Produk yang ditawarkan pun cukup bervariasi dan kreatif sehingga hasil dari produk yang dibuatnya tidak mengecewakan cukup baik, karena pembuatan produk tersebut dibuat dengan baik dan bahan yang cukup baik karena pekerjanya telah terlatih sehingga dalam pembuatan produk cukup baik. Berdasarkan permintaan bengkel las ini dapat membuat produk yang di pesan dengan tepat waktu karena selalu mengutamakan keinginan konsumen, namun jika banyak pesanan mungkin akan mengalami keterlambatan yang tidak jauh dari hari yang telah di tentukan. Bengkel las ini pun tidak hanya bekerja di tempat kerjanya tapi menerima pemesanan jika konsumen meminta untuk di kerjakan di tempat konsumen.
Agustus 2011
Proyek Renovasi Rumah Di daerah Depok
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Polly Carbonat 2 roll = Rp. 1.800.000
• Besi Hollow 2/4 50 batang = Rp. 2.650.000
• Besi Hollow 4/4 15 batang = Rp. 1.425.000
• Besi Hollow 3/6 12 batang = Rp. 1.380.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.150.000
• Cat = Rp. 200.000
• Thines = Rp. 160.000
• Kawat las = Rp. 80.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 150.000
• Gerinda potong kecil 20 buah = Rp. 100.000
• Lain-lain = Rp. 250.000
• Keuntungan = Rp. 12.405.000
Total = Rp. 30.000.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Pagar = Rp. 7.000.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 10.500.000
• Pekerjaan Riding = Rp. 5.000.000
• Pekerjaan Tangga Besi = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Ornamen Joglo = Rp. 2.500.000
• Pekerjaan Turn = Rp. 1.200.000
• Pekerjaan Canopy Jemuran = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Ornamen = Rp. 800.000
Total = Rp. 30.000.000
September 2011
Proyek Renovasi Rumah Di Jakarta Utara
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Besi Hollow 2/4 60 batang = Rp. 3.180.000
• Besi Hollow 4/4 20 batang = Rp. 1.900.000
• Besi Hollow 3/6 15 batang = Rp. 1.725.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.550.000
• Cat = Rp. 250.000
• Kawat las = Rp. 100.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 200.000
• Gerinda potong kecil 25 buah = Rp. 500.000
• Lain-lain = Rp. 750.000
• Keuntungan = Rp. 34.545.000
Total = Rp. 45.300.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Tangga Jalan Biasa = Rp. 3.000.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 15.400.000
• Pekerjaan Rangka Kaca = Rp. 3.000.000
• Pekerjaan Rangka Atas = Rp. 2.000.000
• Pekerjaan Jalusi = Rp. 1.800.000
• Pekerjaan Kili-Kili = Rp. 7..000.000
• Pekerjaan Atap Jemuran = Rp. 3.500.000
• Pekerjaan Tangga Atas = Rp. 6.000.000
• Pekerjaan Tanggeng 27.64 x 150 = Rp. 4.000.000
Total = Rp. 45.300.000
Oktober 2011
Proyek Renovasi Rumah Di daerah Jakarta Barat
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Besi Hollow 2/4 50 batang = Rp. 2.650.000
• Besi Hollow 3/6 12 batang = Rp. 1.380.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.150.000
• Cat = Rp. 200.000
• Kawat las = Rp. 80.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 150.000
• Gerinda potong kecil 20 buah = Rp. 100.000
• Lain-lain = Rp. 250.000
• Keuntungan = Rp. 14.740.000
Total = Rp. 21.300.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Pagar = Rp. 7.000.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 10.500.000
• Pekerjaan Tangga Besi = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Canopy Jemuran = Rp. 1.500.000
• Pekerjaan Ornamen = Rp. 800.000
Total = Rp. 21.300.000
November 2011
Proyek Renovasi Rumah Di daerah Depok
Pengeluaran & Keuntungan:
Material Tangga & Tenaga
• Tenaga 30 hari x 200.000 = Rp. 600.000
• Besi Hollow 2/4 50 batang = Rp. 2.650.000
• Besi Hollow 3/6 12 batang = Rp. 1.380.000
• Besi Behel Naco 50 batang = Rp. 1.550.000
• Cat = Rp. 250.000
• Kawat las = Rp. 100.000
• Dempul & Ampelas = Rp. 250.000
• Gerinda potong kecil 20 buah = Rp. 100.000
• Lain-lain = Rp. 350.000
• Keuntungan = Rp. 11.570.000
Total = Rp. 18.800.000
Pendapatan:
• Pekerjaan Pagar = Rp. 6.500.000
• Pekerjaan Canopy = Rp. 10.000.000
• Pekerjaan Tangga Besi = Rp. 1.200.000
• Pekerjaan Canopy Jemuran = Rp. 1.100.000
Total = Rp. 18.800.000
Lampiran Tentang keuangan dalam bentuk word bisa di download disini
Sabtu, 21 Mei 2011
Tugas softskill 5 Pendidikan Kewarganegaraan
Tentang Wawasan Nusantara
1. Apa yang dimaksud dengan archipelago concept ?
Jawab :
archipelago concept yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai tanah air dan ini disebut negara kepulauan.
2. Pada tanggal 13 Desember 1957 Pemerintah mengeluarkan Deklarasi Djuanda. Sebutkan isi Deklarasi Djuanda tersebut ?
Jawab :
TZMKO 1939 tidak menjamin kesatuan wilayah Indonesia sebab antara satu pulau dengan pulau yang lain menjadi terpisahpisah, sehingga pada tgl. 13 Desember 1957 pemerintah
mengeluarkan Deklarasi Djuanda yang isinya :
a. Segala perairan disekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara Indonesia dengan tidak memandang luas/lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar daripada wilayah daratan Indonesia.
b. Lalu-lintas yang damai di perairan pedalaman bagi kapalkapal asing dijamin selama dan sekedar tidak bertentangan/mengganggu kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia.
c. Batas laut teritorial adalah 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia.
3. Sesuai hukum laut internasional tahun 1982 yang tercantum dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea), wilayah perairan Indonesia dibedakan menjadi 3 macam, yaitu; Zona laut Teritorial, Zona Landas Kontinen, serta Zona Ekonomi Eklusif. Jelaskan ketiga zona laut tersebut ?
Jawab :
Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu zona Laut Teritorial, zona
Landas kontinen, dan zona Ekonomi Eksklusif.
a. Zona Laut Teritorial
Batas laut Teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedangkan lebar lautan itu kurang dari 24 mil laut, maka garis teritorial di tarik sama jauh dari garis masing-masing negara tersebut. Laut yang terletak antara garis dengan garis batas teritorial di sebut laut teritorial. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung
pulau terluar. Sebuah negara mempunyai hak kedaulatan sepenuhnya sampai batas laut teritorial, tetapi mempunyai kewajiban menyediakan alur pelayaran lintas damai baik di atas maupun di bawah permukaan laut. Deklarasi Djuanda kemudian diperkuat/diubah menjadi Undang-Undang No.4 Prp. 1960.
b. Zona Landas Kontinen
Landas Kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua). Kedalaman lautnya kurang dari 150 meter. Indonesia
terletak pada dua buah landasan kontinen, yaitu landasan kontinen Asia dan landasan kontinen Australia. Adapun batas landas kontinen tersebut diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih menguasai lautan di atas landasan kontinen, maka batas negara tersebut ditarik sama jauh dari garis dasar masing-masing negara. Di dalam garis batas landas kontinen, Indonesia mempunyai kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalamnya, dengan kewajiban untuk menyediakan alur pelayaran lintas damai. Pengumuman tentang batas landas kontinen ini
dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 17 Febuari 1969.
c. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Di dalam zona ekonomi eksklusif ini, Indonesia mendapat kesempatan pertama dalam memanfaatkan sumber daya laut. Di dalam zona ekonomi eksklusif ini kebebasan pelayaran dan pemasangan kabel serta pipa di bawah permukaan laut tetap diakui sesuai dengan prinsipprinsip Hukum Laut Internasional, batas landas kontinen, dan batas
zona ekonomi eksklusif antara dua negara yang bertetangga saling tumpang tindih, maka ditetapkan garis-garis yang menghubungkan titik yang sama jauhnya dari garis dasar kedua negara itu sebagai batasnya. Pengumuman tetang zona ekonomi eksklusif Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia tanggal 21 Maret 1980.
1. Apa yang dimaksud dengan archipelago concept ?
Jawab :
archipelago concept yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai tanah air dan ini disebut negara kepulauan.
2. Pada tanggal 13 Desember 1957 Pemerintah mengeluarkan Deklarasi Djuanda. Sebutkan isi Deklarasi Djuanda tersebut ?
Jawab :
TZMKO 1939 tidak menjamin kesatuan wilayah Indonesia sebab antara satu pulau dengan pulau yang lain menjadi terpisahpisah, sehingga pada tgl. 13 Desember 1957 pemerintah
mengeluarkan Deklarasi Djuanda yang isinya :
a. Segala perairan disekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara Indonesia dengan tidak memandang luas/lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar daripada wilayah daratan Indonesia.
b. Lalu-lintas yang damai di perairan pedalaman bagi kapalkapal asing dijamin selama dan sekedar tidak bertentangan/mengganggu kedaulatan dan keselamatan negara Indonesia.
c. Batas laut teritorial adalah 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau negara Indonesia.
3. Sesuai hukum laut internasional tahun 1982 yang tercantum dalam UNCLOS (United Nation Convention on the Law of the Sea), wilayah perairan Indonesia dibedakan menjadi 3 macam, yaitu; Zona laut Teritorial, Zona Landas Kontinen, serta Zona Ekonomi Eklusif. Jelaskan ketiga zona laut tersebut ?
Jawab :
Sesuai dengan Hukum Laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu zona Laut Teritorial, zona
Landas kontinen, dan zona Ekonomi Eksklusif.
a. Zona Laut Teritorial
Batas laut Teritorial ialah garis khayal yang berjarak 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas. Jika ada dua negara atau lebih menguasai suatu lautan, sedangkan lebar lautan itu kurang dari 24 mil laut, maka garis teritorial di tarik sama jauh dari garis masing-masing negara tersebut. Laut yang terletak antara garis dengan garis batas teritorial di sebut laut teritorial. Garis dasar adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung-ujung
pulau terluar. Sebuah negara mempunyai hak kedaulatan sepenuhnya sampai batas laut teritorial, tetapi mempunyai kewajiban menyediakan alur pelayaran lintas damai baik di atas maupun di bawah permukaan laut. Deklarasi Djuanda kemudian diperkuat/diubah menjadi Undang-Undang No.4 Prp. 1960.
b. Zona Landas Kontinen
Landas Kontinen ialah dasar laut yang secara geologis maupun morfologi merupakan lanjutan dari sebuah kontinen (benua). Kedalaman lautnya kurang dari 150 meter. Indonesia
terletak pada dua buah landasan kontinen, yaitu landasan kontinen Asia dan landasan kontinen Australia. Adapun batas landas kontinen tersebut diukur dari garis dasar, yaitu paling jauh 200 mil laut. Jika ada dua negara atau lebih menguasai lautan di atas landasan kontinen, maka batas negara tersebut ditarik sama jauh dari garis dasar masing-masing negara. Di dalam garis batas landas kontinen, Indonesia mempunyai kewenangan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di dalamnya, dengan kewajiban untuk menyediakan alur pelayaran lintas damai. Pengumuman tentang batas landas kontinen ini
dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia pada tanggal 17 Febuari 1969.
c. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Zona Ekonomi Eksklusif adalah jalur laut selebar 200 mil laut ke arah laut terbuka diukur dari garis dasar. Di dalam zona ekonomi eksklusif ini, Indonesia mendapat kesempatan pertama dalam memanfaatkan sumber daya laut. Di dalam zona ekonomi eksklusif ini kebebasan pelayaran dan pemasangan kabel serta pipa di bawah permukaan laut tetap diakui sesuai dengan prinsipprinsip Hukum Laut Internasional, batas landas kontinen, dan batas
zona ekonomi eksklusif antara dua negara yang bertetangga saling tumpang tindih, maka ditetapkan garis-garis yang menghubungkan titik yang sama jauhnya dari garis dasar kedua negara itu sebagai batasnya. Pengumuman tetang zona ekonomi eksklusif Indonesia dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia tanggal 21 Maret 1980.
Langganan:
Postingan (Atom)
