Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Jadwal Induk Produksi


Jadwal Induk Produksi (JIP) adalah suatu set perencanaan yang mengidentifikasi kuantitas dari item tertentu yang dapat dan akan dibuat oleh suatu perusahaan manufaktur (dalam satuan waktu). Jadwal Induk Produksi (JIP) merupakan suatu pernyataan tentang produk akhir (termasuk parts pengganti dan suku cadang) dari suatu perusahaan industri manufaktur yang merencanakan memproduksi output berkaitan dengan kuantitas dan periode waktu (Gaspersz, 2004).
Jadwal Induk Produksi (JIP) atau Master Production Schedule (MPS) adalah suatu set perencanaan yang mengidentifikasi kuantitas dari item tertentu yang dapat dan akan dibuat oleh suatu perusahaan manufaktur (dalam satuan waktu) (Jurnal Alden Siregar, 2012). Beberapa metode yang digunakan dalam perhitungan data yaitu, metode tenaga kerja tetap, metode tenaga kerja berubah, metode mix strategy, dan metode transportasi. Berikut merupakan teori pendukung yang menjelaskan metode-metode tersebut (Penulisan Ilmiah Rio Dwi Hariono, 2012).
a.    Metode tenaga kerja tetap adalah metode perencanaan produksi agregat, dimana jumlah tenaga kerja tidak mengalami perubahan (tetap). metode tenaga kerja tetap memiliki kecepatan produksi yang konstan.
b.   Metode tenaga kerja berubah adalah metode perencanaan produksi agregat, dimana jumlah tenaga kerja mengalami perubahan.
c.    Metode mix strategy adalah metode perencanaan produksi agregat yang menggabungkan metode tenaga kerja tetap dengan metode tenaga kerja berubah. Metode mix strategy hanya menggabungkan hasil atau biaya yang didapat pada metode tenaga kerja tetap dan metode tenaga kerja berubah.
d.   Metode transportasi merupakan metode perencanaan produksi agregat yang berfungsi untuk menentukan rencana pengiriman barang dengan biaya minimal. Masalah transportasi membahas pendistribusian suatu komoditas dari sejumlah sumber (supply) ke sejumlah tujuan (demand) dengan tujuan untuk meminimumkan biaya yang terjadi dari kegiatan tersebut, karena ide dasar dari masalah transportasi adalah meminimasi biaya total transportasi.
Berdasarkan pengertian dari metode transportasi di atas, dimana memiliki ciri-ciri yang dikatakan metode transportasi. Berikut adalah ciri-ciri persoalan transportasi yang secara khusus (Universitas Sumatra Utara, 2012).
1.     Terdapat sejumlah sumber sebagai pusat distribusi dan sejumlah tujuan tertentu.
2.     Jumlah komoditas atau barang yang didistribusikan dari setiap sumber dan yang diminta oleh setiap tujuan besarnya tertentu.
3.     Produk yang dikirim atau diangkut dari suatu sumber ke suatu tujuan besarnya tertentu.
4.     Ongkos pengangkutan komoditas dari suatu sumber ke suatu tujuan besarnya tertentu.
Kapasitas sumber harus sama dengan kapasitas tujuan. Apabila kapasitas sumber dengan tujuan tidak sama maka harus disamakan dengan jalan menambah dummy pada kapasitas sumber atau tujuan (Purnomo, 2004).

Sabtu, 19 Januari 2013

MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING

Material Requirement Planning

Sejarah MRP
Sebelum MRP, dan sebelum komputer mendominasi industri, metode reorder-point/reorder-quantity jenis (ROP / ROQ) seperti EOQ (Economic Order Quantity) telah digunakan dalam manufaktur dan manajemen persediaan. Pada tahun 1964, Joseph Orlicky sebagai respon terhadap Program Manufaktur TOYOTA, mengembangkan Material Perencanaan Kebutuhan (MRP). Perusahaan pertama yang menggunakan MRP adalah Black & Decker pada tahun 1964, dengan Dick Alban sebagai pemimpin proyek. Buku Orlicky yang berhak Cara Baru Hidup di Produksi dan Manajemen Persediaan (1975). Pada tahun 1975, MRP dilaksanakan di 150 perusahaan. Jumlah ini telah tumbuh menjadi sekitar 8.000 pada tahun 1981. Pada 1980-an, Joe Orlicky itu MRP berevolusi menjadi perencanaan sumber daya manufaktur Oliver Wight (MRP II) yang membawa penjadwalan master, kasar-potong perencanaan kapasitas, kapasitas perencanaan persyaratan , S & OP pada tahun 1983 dan konsep lain untuk MRP klasik. Pada tahun 1989, sekitar sepertiga dari industri perangkat lunak adalah MRP II software dijual ke industri Amerika ($ 1,2 milyar perangkat lunak). (Wikipedia, 2012)

Pengertian Material Requirements Planning (MRP)
Menurut Gasperz (2004), Material Requirement Planning (MRP) adalah metode penjadwalan untuk purchased planned orders dan manufactured planned orders, kemudian diajukan untuk analisis lanjutan berkenaan dengan persediaan kapasitas dan keseimbangan menggunakan perencanaan kebutuhan kapasitas. Sistem MRP mengkoordinasikan pemasaran, manufacturing, pembelian, rekayasa melalui pengadopsian rencana produksi serta melalui penggunaan satu data base terintegrasi guna merencanakan, dan memperbaharui aktivitas dalam sistem industri modern secara keseluruhan.
Salah satu alasan mengapa MRP digunakan secara cepat dan meluas sebagai teknik manajemen produksi, yaitu karena MRP menggunakan kemampuan komputer untuk menyimpan dan mengelola data yang berguna dalam menjalankan kegiatan perusahaan. MRP dapat mengkoordinasikan kegiatan dari berbagai fungsi dalam perusahaan manufaktur, seperti teknik, produksi, dan pengadaan. Oleh karena itu, hal yang menarik dari MRP tidak hanya fungsinya sebagai penunjang dalam pengambilan keputusan, melainkan keseluruhan peranannya dalam kegiatan perusahaan.
MRP sangat bermanfaat bagi perencanaan kebutuhan material untuk komponen yang jumlah kebutuhannya dipengaruhi oleh komponen lain (dependent demand). MRP memberikan peningkatan efisiensi karena jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan dengan lebih baik, karena ada keterpaduan dalam kegiatan yang didasarkan pada jadwal induk. Moto dari MRP adalah memperoleh material yang tepat, dari sumber yang tepat, untuk penempatan yang tepat, dan pada waktu yang tepat (Gasperz, 2004).

Empat Langkah Utama Sistem Material Requirements Planning (MRP)
Sistem MRP memiliki empat langkah utama yang selanjutnya keempat langkah ini harus ditetapkan satu per satu pada periode perencanaan dan pada setiap item. Prosedur ini dapat dilakukan secara manual bila jumlah item yang terlibat dalam produksi relatif sedikit. Suatu program diperlukan bila jumlah item sangat banyak. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut (Baroto, 2002).
1. Netting
Merupakan suatu proses perhitungan kebutuhan bersih yang biasanya merupakan selisih antara kebutuhan kotor dengan persediaan di tangan dan yang sedang diproses (dipesan).
2. Lotting
Merupakan suatu proses untuk menentukan besarnya jumlah pesanan optimal untuk setiap item secara individual berdasarkan pada hasil perhitungan kebutuhan bersih yang telah dilakukan. Beberapa teknik diarahkan untuk menyeimbangkan ongkos set up dan ongkos simpan. Ada juga teknik yang sederhana yang memakai jumlah pemesanan tetap atau periode pemesanan tetap.
3. Off Setting
Merupakan salah satu langkah pada MRP untuk menentukan saat yang tepat untuk rencana pemesanan dalam memenuhi kebutuhan bersih. Rencana pemesanan didapat dengan cara menggabungkan saat awal tersedianya lot size yang diinginkan dengan besarnya waktu ancang. Waktu ancang ini sama dengan besarnya waktu saat barang mulai dipesan atau diproduksi sampai barang tersebut siap untuk dipakai.
4. Explosion
Yaitu proses perhitungan kebutuhan kotor untuk tingkat yang lebih bawah didasarkan atas rencana pesanan. Dalam proses explosion ini, data mengenai struktur produk sangat memegang peranan, karena atas dasar struktur produk inilah proses explosion akan berjalan dan dapat menentukan ke arah komponen mana yang harus diexplosion.

Istilah-istilah yang Digunakan Material Requirement Planning (MRP)
Sebelum memasuki lebih lanjut mengenai perencanaan kebutuhan material, terlebih dahulu menjelaskan tentang pengertian dari tabel untuk perhitungan MRP. Berikut ini dijelaskan tentang istilah-istilah yang biasa digunakan, yaitu: (Gasperz, 2004)
1. Gross Requirement (GR, kebutuhan kasar)
     Adalah total dari semua kebutuhan, termasuk kebutuhan yang diantisipasi untuk setiap periode waktu. Berdasarkan pengertian tersebut gross requirement merupakan bagian dari keseluruhan jumlah item (komponen) yang diperlukan pada suatu periode.
2. Schedule Receipts (SR, penerimaan yang dijadwalkan)
     Merupakan jumlah item yang akan diterima pada suatu periode tertentu berdasarkan pesanan yang dibuat.
3. Begin Inventory (BI, inventori awal)
     Merupakan jumlah inventori di awal periode.
4. Net Requirement (NR, kebutuhan bersih)
     Merupakan jumlah aktual yang diinginkan untuk diterima atau diproduksi dalam periode bersangkutan.
5.  Planned Order Receipt (PORt, penerimaan pemesanan yang direncanakan)
     Adalah jumlah item yamg diterima atau diproduksi oleh perusahaan manufaktur pada periode waktu terakhir.
6. Planned Ending Inventory (PEI, rencana  persediaan akhir periode)
     Merupakan suatu perencanaan terhadap persediaan pada akhir periode.
7.       Planned Order Releases (PORel, pelepasan pemesanan yang direncanakan)
     Adalah jumlah item yang direncanakan untuk dipesan agar memenuhi perencanaan pada masa yang akan datang atau order produksi yang dapat dilepas untuk dimanufaktur.
8. Lead Time
     Adalah waktu tenggang yang diperlukan untuk memesan (membuat) suatu barang sejak saat pesanan (pembuatan) dilakukan sampai barang itu diterima (selesai dibuat).
9.   Lot Size (ukuran lot)
     Merupakan kuantitas pesanan dari item yang memberitahukan MRP berapa banyak kuantitas yang dipesan, serta lot sizing apa yang dipakai.
10. Safety Stock (stok pengaman)
     Merupakan stok pengaman yang ditetapkan oleh perencana MRP untuk mengatasi fluktuasi dalam permintaan (demand) dan penawaran MRP untuk mempertahankan tingkat stok pada semua periode waktu.

Tujuan Material Requirement Planning (MRP)
Secara umum, sistem MRP dimaksudkan untuk mencapai tujuan antara lain untuk meminimalkan persediaan dengan menentukan berapa banyak dan kapan suatu komponen diperlukan disesuaikan dengan Jadwal Induk Produksi (JIP). Dengan menggunakan komponen ini, pengadaan (pembelian) atas komponen yang diperlukan untuk suatu rencana produksi dapat dilakukan sebatas yang diperlukan saja sehingga dapat meminimalkan biaya persediaan. Mengurangi resiko karena keterlambatan produksi atau pengiriman MRP mengidentifikasikan banyaknya bahan dan komponen yang diperlukan baik dari segi jumlah dan waktunya dengan memperhatikan waktu tenggang produksi maupun pengadaan atau pembelian komponen, sehingga memperkecil resiko tidak tersedianya bahan yang akan diproses yang mengakibatkan terganggunya rencana produksi. Meningkatkan efisiensi MRP juga mendorong peningkatan efisiensi karena jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan Jadwal Induk Produksi (JIP). Dengan demikian terdapat beberapa hal yang merupakan tujuan MRP (Material Requirements Planning) (Thesis UPI, 2012), yaitu sebagai berikut:
1.     Meminimalkan persediaan.
MRP menentukan berapa banyak dan kapan suatu komponen diperlukan disesuaikan dengan jadwal induk produksi.
2.   Mengurangi risiko karena keterlambatan produksi atau pengiriman. MRP mengidentifikasi banyaknya bahan dan komponen yang diperlukan baik dari segi jumlah dan waktunya.
3.   Jadwal produksi diharapkan dapat dipenuhi sesuai dengan rencana, sehingga komitmen terhadap pengiriman barang dapat dilakukan secara lebih nyata.
4.   MRP mendorong peningkatan efisiensi karena jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman barang dapat direncanakan lebih baik sesuai dengan jadwal induk produksi.
Agar MRP dapat dibuat dengan baik, MRP memerlukan beberapa input utama yang harus terpenuhi. Input utama itu merupakan komponen dasar MRP yang terdiri dari (Thesis UPI, 2012):
1. Master Production Schedule (MPS)
Merupakan suatu pernyataan definitif tentang produk akhir (end item) apa yang direncanakan perusahaan untuk diproduksi, berapa kuantitas yang dibutuhkan, pada waktu kapan dibutuhkan, dan bilamana produk itu akan diproduksi. MPS disusun berkaitan dengan pemasaran, rencana distribusi, perencanaan produksi, dan perencanaan kapasitas.
2. Bill of Material (BOM)
Meliputi daftar barang atau material yang diperlukan bagi perakitan, pencampuran, dan pembuatan produk akhir. BOM (Bill of Material) dibuat untuk menentukan barang mana yang harus dibeli dan barang mana yang harus dibuat.
3. Struktur Produk
Merupakan gambaran tentang langkah-langkah atau proses pembuatan produk, mulai dari bahan baku hingga produk akhir.
4. Catatan Persediaan
Sistem MRP harus memiliki dan menjaga suatu data persediaan yang up to date untuk setiap komponen barang. Data ini harus menyediakan informasi yang akurat tentang ketersediaan komponen dan seluruh transaksi persediaan, baik yang sudah terjadi maupun yang sedang direncanakan.
Pada dasarnya sistem MRP menghasilkan tiga jenis keluaran (output), dimana  biasanya keluaran atau hasil dari sistem MRP ini berupa laporan-laporan. Laporan ini biasanya berfungsi untuk memberikan informasi, laporan-laporan tersebut, yaitu (Gasperz, 2004):
1. MRP Primary Report
Merupakan laporan utama MRP yang sering disebut secara singkat sebagai laporan MRP.
2. MRP  Action Report
Sering disebut juga sebagai MRP Exception Report yang memberikan informasi kepada perencana tentang item yang perlu mendapat perhatian segera, dan merekomendasikan tindakan-tindakan yang perlu diambil.
3. MRP Pegging Report
Untuk memudahkan menelusuri sumber dari kebutuhan kotor untuk suatu item. Menggunakan Pegging Reports, perencana menentukan kebutuhan-kebutuhan yang diakibatkan oleh adanya pesanan.
Ukuran Lot merupakan suatu proses menentukan ukuran atau jumlah pemesanan, dimana pemesanan ini sudah harus tersedia di awal periode produksi. Ukuran jumlah barang yang dipesan (lot size) akan berhubungan dengan biaya pemesanan (set up) ataupun biaya penyimpanan barang. Semakin rendah ukuran lot, berarti semakin sering melakukan pemesanan barang, akan menurunkan biaya penyimpanan, tetapi menambah biaya pemesanan. Sebaliknya, semakin tinggi ukuran lot akan mengurangi frekuensi pemesanan, tetapi mengakibatkan meningkatnya biaya penyimpanan. Mencari ukuran lot yang tepat yang dapat meminimalkan biaya total persediaan. Terdapat beberapa metode dalam menentukam ukuran lot (lot size), yaitu antar lain metode Lot For Lot (LFL), Part Period Balancing (PPB), Economic Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ).
Metode Lot For Lot atau teknik penetapan ukuran lot dilakukan atas dasar pesanan diskrit, selain itu metode persediaan minimal berdasarkan pada ide menyediakan persediaan (memproduksi) sesuai dengan yang diperlukan saja, jumlah persediaan diusahakan seminimal mungkin. Jika pesanan dapat dilakukan dalam jumlah beberapa saja, pesanan sesuai dengan jumlah yang sesungguhnya diperlukan (Lot For Lot) menghasilkan tidak adanya persediaan. Metode ini mengandung resiko yang tinggi. Apabila terjadi keterlambatan dalam pengiriman barang, mengakibatkan terhentinya produksi jika persediaan itu berupa bahan baku, atau tidak terpenuhinya permintaan pelanggan apabila persediaan itu berupa barang jadi. Namun, bagi perusahaan tertentu seperti yang menjual barang-barang yang tidak tahan lama (perishble products), metode ini merupakan satu-satunya pilihan yang terbaik (Baroto, 2002).

Kamis, 29 Maret 2012

Membangun Pikiran untuk Menjadi Seorang Pemimpin

Banyak dari sebagian orang ingin sekali menjadi seorang pemimpin. Namun pada dasar untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah butuh pengalaman dan pengetahuan yang lebih untuk bisa menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu dalam hal ini menjelaskan bagaimana cara menjadi seorang pemimpin yaitu dengan membangun pikiran yang baik.
Setiap orang pada hakikatnya adalah sebagai pemimpin, baik itu pemimpin negara, perusahaan, manajer pemimpin dalam rumah tangga dan lain-lain. Bahkan ada sebuah kutipan oleh kristian hardianto mengatakan bahwa kepemimpinan pada hakikatnya kemampuan untuk mempengaruhi artinya ketika seseorang bisa mempengaruhi dalam hal baik maka diri kita sendiri maupun orang lain tersebut merupakan sudah menjadi seseorang pemimpin. Singkatnya kalau kita dapat mempengaruhi diri kita sendiri itu merupakan pemimpin atas diri kita sendiri.
Banyak orang berpendapat bahwa pemimpin diri sendiri itu suatu hal yang menyulitkan. Sebenarnya hal itu mudah dan memungkinkan untuk memimpin diri sendiri. Karena pada diri sendirilah adanya control atas diri kita sendiri. Sebagai contoh jika anda malas, maka anda langsung malas. Begitu juga sebaliknya jika anda ingin bekerja maka anda pun akan langsung bekerja.
Permasalahannya, kenapa banyak orang yang gagal dalam memimpin diri sendiri ? ada dua hal yang membuat orang tersebut gagal dalam memimpin diri sendiri, yaitu hal pertama ia tidak mau menentukan hal apapun, kedua ia salah dalam menentukan pilihanya. Kehidupan ini selalu menawarkan banyak pilihan. Cuma dalam menentukan pilihan itu tinggal menunggu keputusan kita dalam pikiran kita sendiri. Jika pikiran memilih kegiatan yang bersifat positif maka otak kita akan melogikakan agar tindakan kita positif, begitu juga sebaliknya. Disinilah peran penting kekuatan pikiran dalam meraih sebuah kepemimpinan.
Langkah awal dalam meraih kepemimpinan adalah terlebih dahulu kita harus bisa memimpin atas diri kita sendiri. Sebagai contoh yang pernah dikatakan oleh aa gym, yaitu tiga hal untuk membangun sebuah negara yang kuat dan besar dimulai dari yang terkecil, mulai dari diri kita sendiri dan mulai pada saat ini. Dari ketiga hal tersebut ada satu hal yang perlu digaris bawahi, yaitu memulai dari diri kita sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kepemimpinan atas diri sendiri merupakan faktor penting dalam meraih sebuah kepemimpinan yang lebih besar lagi. Bagaimana kita mau menjadi pemimpin sebuah organisasi ataupun negara, maka kalau kita belum mampu untuk memimpin diri kita sendiri.
Dalam hal ini adalah sebuah tokoh yaitu Thomas alfa Edison, ia merupakan salah satu orang yang mempunyai kekuatan pikiran yang sangat luar biasa. Ia melakukan percobaan dengan mengalami berkali-kali kegagalan untuk menciptakan lampu bohlam. Meskipun telah mengalami beberapa kali kegagalannya tetapi ia tetap terus berusaha mencoba. Seandainya ia memilih untuk berhenti dalam percobaannya maka apa yang terjadi ? pasti semua hal yang ia temukan tidak ada saat ini. Banyak juga pemimpin besar dunia yang menggunakan kekuatan pikiran sehingga ia menjadi pemimpin besar yang mempengaruhi peradaban manusia. Hal seperti itu ada karena kegigihan, ulet, dan tekun.
Ada tiga pola berpikir untuk menjadi seorang pemimpin, pertama yaitu berpikir besar. Keberhasilan seseorang tidak ditentukan dengan besar kecilnya hal berpikir. Calon-calon pemimpin selalu berpikir dengan hal-hal yang besar. Karena dengan berpikir hal-hal yang besar maka akan mempengaruhi terhadap sikap dan prilakunya yang mengarah kepada hal-hal yang besar pula. Pemilihan pikiran ini akan menjadi daya magnet yang akan menarik pada sesuatu kekuatan pada apa yang dinginkan. Dengan demikian tindakan pun akan termotivasi untuk melakukan hal besar tersebut.
Kedua, berpikir positif. Berpikir positif bukan hal sekedar tidak berpikir negatif atau membuang pikiran negatif. Akan tetapi apakah ia bisa menggunakan kekuatan pikirannya untuk hal-hal yang positif sehingga menghasilkan sesuatu yang produktif pikiran positif selalu mengarah pada suatu tindakan untuk memanfaatkan segala sesuatu yang ada. Dengan demikian, bagi orang yang selalu berpikir positif semua yang ada selalu bisa menjadi sesuatu yang produktif.
Ketiga, berpikir maju, yaitu berpikir bagaimana mengembangkan diri dengan mengembangkan orang lain terlebih dahulu. Inilah sebenarnya ini dari pengertian “win-win solution”. Dalam sebuah kutipan yang dituliskan oleh John Maxwell dan Jim Dornan dengan buku yang berjudul strategi menuju sukses. Ia mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang baik adalah dengan memperdayakan orang lain, dengan kata lain bila membantu banyak orang berhasil maka kita akan berhasil pula.

Sumber: Af. Syaifuddin “ Kekuatan Pikiran” 2010.

Jumat, 16 Maret 2012

Arti Sistem di Lingkungan Industri Secara Umum

Dalam suatu lingkungan industri pasti mengenal istilah kata sistem. Kata sistem tersebut dimana sangat erat di lingkungan industri seperti sistem informasi, sistem distribusi, sistem produksi dan lain-lain. Oleh sebab itu istilah sistem tersebut tidak akan bisa dihapus dari lingkungan industry. Sistem tersebut berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi (http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem). Atau sistem tersebut memiliki arti yaitu kumpulan entitas yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan tertentu.

Di arti sistem tersebut terdapat 3 unsur kata seperti entitas, interaksi dan tujuan. Arti entitas tersebut dapat disebut dengan komponen, elemen, unsur, organ, bagian dan lain-lain. Arti interaksi ini sendiri merupakan hubungan antar entitas, dimana interaksi bisa dikatakan hubungan, keterkaitan dan lain-lain. Sedangkan tujuan tersebut ialah sasaran, maksud, hasil akhir dan lain-lain. Maka dapat dipahami bahwa sistem tersebut merupakan suatu unsur yang saling berinteraksi dimana mempunya tujuan yang menjadi penentu dalam suatu sistem tersebut.

Sistem yang di terapkan dalam lingkungan industri pun akan mengalami masalah. Oleh sebab itu pasti pernah mengenal istilah sistemmik atau sistematis. Kedua kata tersebut merupakan arti yang sangat penting untuk dipahami setelah memahami arti dari sistem. Arti dari sistemmik merupakan suatu permasalahan yang terjadi pada pemahaman sistem. Sedangkan sistematis merupakan permasalahan sistem yang harus di selesaikan dengan pendekatan sistem. Pendekatan sistem tersebut dapat dipahami setelah memahami sistem yang telah diterapkan. Oleh sebab itu tidak semua permasalahan sistem yang didapat tersebut tidak selalu dari entitas atau pun tujuan maka pahami pula sistem yang telah diterapkan tersebut.

Sabtu, 21 Mei 2011

Perbedaan Layar Sentuh antara resistive touchscreen dengan capacitive touchscreen

Handphone merupakan kebutuhan manusia yang sangat dibutuhkan dan tak akan lepas dizaman modern sekarang ini. Bila dilihat dari tampilan handphone saat ini pun semakin menarik dan bila dilihat dari layar handphone selalu menggalami perubahan seperti Teknologi layar sentuh resistive touchscreen dan capacitive touchscreen. Secara garis kasat mata memang sulit membedakan antara keduanya.
Hanya saja ada beberapa perbedaan mendasar antara dua teknologi ini. Ada beberapa cara mudah untuk menguji apakah ponsel berbasis teknologi resistive atau capacitive. Setidaknya, Anda tak perlu memahami teknologinya atau mengerti hal-hal berbau teknis.
Biasanya ponsel dengan layar resistive memiliki kualitas layar kurang baik dan susah dilihat di luar ruangan atau terkena sinar matahari. Sementara ponsel dengan layar capacitive umumnya memiliki tampilan layar baik dan masih cukup jelas di luar ruangan.
Di sisi sensitifitas terhadap sentuhan, layar resistive memerlukan penekanan saat kontak dengan layar dan bisa merespon tekanan dari berbagai obyek seperti jari, kuku, stylush dan lain-lain.
Sementara pada layar capacitive tak memerlukan penekanan cukup dengan menyentuh permukaannya saja. Tapi layar capacitive hanya merespon terhadap sentuhan jari saja tapi tidak terhadap sentuhan kuku, stylush atau benda lain. Layar capacitive pun umumnya lebih responsif dari layar resistive.
Dan, pada layar capacitive memungkinkan untuk ditanami fitur multi touch. Dengan fitur multi touch, layar dapat mengenali sentuhan lebih dari satu jari. Tak heran, beberapa hal bisa dilakukan dengan fitur ini, semisal mencubit layar untuk memperbesar halaman.
Dalam pengembangannya, ponsel layar sentuh yang mengadopsi teknologi capacitive terus tumbuh. Selain lebih baik, sejak iPhone menerapkan teknologi tersebut, banyak vendor yang lantas menanamkan pada ponsel besutannya. Jadi perkembangan pesat ini akan menambah inovasi yang menarik dari sebuah produk handphone.

Sumber:
http://www.tabloidpulsa.co.id/market/65-market/1536-ponsel-layar-sentuh-capacitive-murah

Selasa, 19 April 2011

Trik Download Video Dari Youtube

Apakah anda kebinggungan cara mendownload video dari youtube ??
Sebenarnya banyak sekali cara untuk mendownload video dari youtube seperti menggunakan-menggunakan aplikasi dari youtube akan tetapi Mozilla telah memberikan suatu kemudahan cara mendownload video oleh karena itu caranya saya beri tahu maka perhatikan langkahnya :
1. program yang digunakan hanyalah Mozilla kemudian add-ons ditambahkan dengan video downloadhelper.
Maka dari itu tambahkan dahulu video downloadhelper yaitu klik pada Mozilla kemudian add-ons, pilih lagi get add-ons dan kemudian search all add-ons .
Kemudian add to firefox, maka setelah proses di add di firefox maka Mozilla akan melakukan proses restart kemudian restart mozillanya.
2. Setelah itu buka video dari youtube dan pilihlah video apa yang kamu inginkan setelah dibuka lalu klik kanan pada URL atau pada Embed .
3. Setelah klik kanan pada URL atau Embed pilih downloadhelper dan pilih Media
4. Setelah dipilih media lalu pilih apakah video tersebut akan dimasukkan sesuai dengan aplikasi video yang ada pada PC yaitu seperti FLV, GOM dan lain-lain Lalu pilih download. Maka proses download tinggal ditunggu saja sampai selesai.
Selamat mencoba trik dari saya dan Semoga saja trik yang saya berikan dapat bermanfaat bagi anda.

Khasiat Cabai Rawit

Apakah Anda tahu tentang khasiat dari cabai rawit ???
Pasti anda cuma mengetahui bahwa cabai rawit itu pedas dan membuat lidah bergoyang, oleh karena itu anda tidak mengetahui tentang khasiatnya. JAKARTA, KOMPAS.com telah membahas tentang khasiat dari cabai rawit yang dapat menjadi pengobatan dan pengobatan yang bukan cuma rematik, radang beku atau frostbite yang sering terjadi di daerah ketinggian atau bersalju itu pun bisa diatasi.
Cabai rawit kadang ditanam orang di pekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang telantar. Tanaman budidaya ini berasal dari daerah Amerika tropis, lebih suka tumbuh di daerah kering, serta ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m di atas permukaan laut.
Buahnya digunakan orang sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun mudanya biasa dikukus untuk dijadikan lalap.
Tanaman bernama Latin Capsicum frutescens ini terdiri atas tiga varietas. Pertama, cengek leutik. Buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya. Kedua, jenis cengek domba (cengek bodas). Buahnya lebih besar dari cengek leutik, berwarna putih, dan menjadi jingga pada saat masak. Ketiga, ceplik. Buahnya besar, berwarna hijau, dan menjadi merah pada saat tua.
Berdasarkan teori pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), tanaman bernama Cina La jiao ini mempunyai rasa pedas, sifatnya panas, dan masuk dalam meridian jantung dan pankreas.
Menurut Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing, Jakarta, cabai rawit merah berkhasiat sebagai tonik dan stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, juga obat rematik. Gilingan cabai rawit dapat menghancurkan bekuan darah (antikoagulan) dan mengatasi gangguan rematik dan radang beku. Cabai rawit bisa meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit, peluruh kentut (karminatif), serta peluruh keringat (diaforetik), air liur, dan air kencing (diuretik).
Mengandung Antioksidan
Menurut Dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) DKI Jakarta, di dalam buah cabai rawit terkandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, serta vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat melancarkan aliran darah serta sebagai pemati rasa kulit.
Biji tanaman bernama daerah lombok jempling (Madura), cabe rawit (Jawa), leudeu jarum (Gayo), rica halus (Manado), metrek wakfoh (Papua) ini, kata Dr Setiawan, mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kandungan terakhir ini berkhasiat sebagai antibiotik.
Saat disantap, rasa pedas di lidah dapat menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiate endogen). Hasilnya, rasa sakit hilang dan timbul perasaan lebih sehat. Pada sistem reproduksi, sifatnya yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk.
Salah satu hasil penelitian, kata Dr Setiawan, cabai rawit diketahui memiliki khasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis) dan menurunkan kadar kolestrol. Satu hal lagi, banyaknya kandungan zat antioksidan (seperti vitamin C dan betakaroten), dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.
Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, kata Dr Setiawan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit.
Penelitian yang dilakukan Tyas Ekowati Prasetyoningsih dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Jawa Timur, pada 1987, menyebutkan, ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid.
Dr Setiawan menambahkan, cabai rawit indikasinya digunakan untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batuk berdahak, dan meredakan migrain.
Empat Resep Ramuan La Jiao
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan khasiat cabai rawit. Bisa dengan cara merebusnya atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, cukup dengan merebusnya, lalu uapnya dipakai memanaskan bagian tubuh yang sakit.
Cara lain, kata Dr Setiawan, dengan menggiling cabai rawit hingga halus, kemudian membalurkannya di bagian yang sakit. Cara terakhir ini bisa digunakan untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan). Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.
Berikut empat resep yang ditawarkan Dr Setiawan:
1. Rematik
Bahan: 15 cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih, 1 jeruk nipis
Pemakaian: Cabai rawit digiling hingga halus, jeruk nipis dibelah dua, ambil airnya. Campur gilingan cabai, kapur sirih, dan perasan jeruk nipis, aduk hingga rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan hingga penyakit sembuh.
2. Sakit perut
Bahan: 15 gr daun muda cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih
Pemakaian: Cuci bersih daun cabai, giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih, aduk hingga rata. Balurkan ramuan pada bagian perut yang sakit. Lakukan pengobatan 1-2 kali saja.
3. Kaki dan tangan lemas (lumpuh)
Bahan: 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang cakar ayam, 60 gr kacang tanah, 6 butir hungcao
Pemakaian: Bersihkan semua bahan, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyaknya hingga bahan-bahan terendam kira-kira 1 cm di atasnya. Ramuan tersebut dimasak dengan cara ditim. Setelah dingin, saring airnya, minum sehari dua kali, masing-masing setengah dari ramuan tersebut.
4. Frostbite
Bahan: 5 cabai rawit segar
Pemakaian: Buang biji cabai rawit, giling hingga halus. Balurkan ke bagian yang sakit.

http://id.news.yahoo.com/kmps/20100331/tls-aneka-khasiat-cabai-rawit-8d16233.html

Selasa, 25 Mei 2010

Stres Picu Jerawat

Jerawat sangat mengganggu penampilan dan kecantikan kulit wajah. Banyak faktor penyebabnya. Mulai dari perawatan kulit yang salah, hingga stres berkepanjangan.
Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, sejumlah pakar asal Norwegia meneliti wanita usia 18 hingga 19 tahun yang memiliki gangguan jerawat. Mereka menemukan bahwa mayoritas mengalami masalah psikologis. Cemas dan depresi dapat memperburuk kondisi kulit.
Penelitian mengungkap, rasa frustrasi menyebabkan kelenjar sebaceous memproduksi lebih banyak minyak yang bisa menyumbat pori-pori. Diane Berson, MD, anggota American Women’s Dermatologic Society pun menjelaskan, faktor-faktor yang bisa mempengaruhi timbulnya jerawat :
Hormon
Efek yang sama yaitu produksi minyak penymbat pori-pori juga dihasilkan saat terjadi perubahan hormon. Itulah sebabnya mengapa banyak gadis mengatakan rambut mereka terasa berminyak menjelang periode menstruasi. Bisa juga, jerawat timbul karena periode menstruasi yang tidak teratur.
Kosmetika
Produk kosmetika yang banyak digunakan remaja secara serampangan juga bisa memicu timbulnya jerawat. Make-up yang salah seperti pemakaian alas bedak bisa menyumbat pori-pori pemicu jerawat.
Diet sehat
Sangat disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah secara teratur untuk mencegah jerawat. Melakukan diet golongan darah juga cukup efektif membantu menjauhkan diri dari radang kulit itu.
Sumber: VIVAnews

Sejarah Teknik Industri

Sejarah Teknik Industri
Apa anda binggung tentang asal-usul teknik industry ??
Mungkin saat ini teknik industry telah berkembang secara pesat, karena dahulu teknik industry lahir berkat dari Bapak Teknik industri yaitu Frederick Winslow Taylor yang membuat teknik industry tercipta. Maka dari itu saya akan memberi tahu sejarah teknik industry yang saya ambil dari situs : http://id.wikipedia.org akan menjelaskan sejarahnya.
Di dunia
Awal mula Teknik Industri dapat ditelusuri dari beberapa sumber berbeda. Frederick Winslow Taylor sering ditetapkan sebagai Bapak Teknik Industri meskipun seluruh gagasannya tidak asli. Beberapa risalah terdahulu mungkin telah mempengaruhi perkembangan Teknik Industri seperti risalah The Wealth of Nations karya Adam Smith, dipublikasikan tahun 1776; Essay on Population karya Thomas Malthus dipublikasikan tahun 1798; Principles of Political Economy and Taxation karya David Ricardo, dipublikasikan tahun 1817; dan Principles of Political Economy karya John Stuart Mill, dipublikasikan tahun 1848. Seluruh hasil karya ini mengilhami penjelasan paham Liberal Klasik mengenai kesuksesan dan keterbatas dari Revolusi Industri. Adam Smith adalah ekonom yang terkenal pada zamannya. "Economic Science" adalah frasa untuk menggambarkan bidang ini di Inggris sebelum industrialisasi America muncul .
Kontribusi penting lainnya dan mengilhami Taylor adalah Charles W. Babbage. Babbage adalah profesor ahli matematika di Cambridge University. Salah satu kontribusi pentingnya adalah buku yang berjudul On the Economy of Machinery and Manufacturers tahun 1832 yang mendiskusikan banyak topik menyangkut manufaktur. Babbage mendiskusikan gagasan tentang Kurva Belajar (Learning Curve), pembagian tugas dan bagaimana proses pembelajaran dipengaruhi, dan efek belajar terhadap peningkatan pemborosan. Dia juga sangat tertarik pada metode pengaturan pemborosan. Charles Babbage adalah orang pertama yang menganjurkan membangun komputer mekanis. Dia menyebutnya "analytical calculating machine" , untuk tujuan memecahkan masalah matematika yang kompleks.
Di Amerika Serikat selama akhir abad 19 telah terjadi perkembangan yang mempengaruhi pembentukan Teknik Industri. Henry R. Towne menekankan aspek ekonomi terhadap pekerjaan insinyur yakni bagaimana seorang insinyur akan meningkatkan laba perusahaan? Towne kemudian menjadi anggota American Society of Mechanical Engineers (ASME) sebagaimana yang dilakukan beberapa pendahulunya di bidang Teknik Industri. Towne menekankan perlunya mengembangkan suatu bidang yang terfokus pada sistem manufactur. Dalam Industrial Engineering Handbook dikatakan bahwa "ASME adalah tempat berkembang biaknya Teknik Industri". Towne bersama Fredrick A. Halsey bekerja mengembangkan dan memaparkan suatu Rencana Kerja untuk mengurangi pemborosan kepada ASME. Tujuan Recana ini adalah meningkatkan produktivitas pekerja tanpa berpengaruh negatif terhadap ongkos produksi. Rencana ini juga menganjurkan bahwa sebagian keuntungan dapat dibagikan kepada pekerja dalam bentuk insentif.
Henry L. Gantt (juga anggota ASME) menekankan pentingnya seleksi karyawan dan pelatihannya. Dia, seperti juga Towne dan Halsey, memaparkan paper dengan topik-topik seperti biaya, seleksi karyawan, pelatihan, skema insentif, dan penjadwalan kerja. Dia adalah pencipta Diagram Gantt (Gantt chart), yang saat ini merupakan diagram yang sangat populer digunakan dalam penjadwalan kerja. Sampai sekarang Gantt chart digunakan dalam bidang statitik untuk membuat prediksi yang akurat. Jenis diagram lainnya telah dikembangkan untuk tujuan penjadwalan seperti Program Evaluation and Review Technique (PERT) dan Critical Path Mapping (CPM).
Sejarah Teknik Industri tidak lengkap tanpa menyebut Frederick Winslow Taylor. Taylor mungkin adalah pelopor Teknik Industri yang paling terkenal. Dia mempresentasikan gagasan mengenai pengorganisasian pekerjaan dengan menggunakan manajemen kepada seluruh anggota ASME. Dia menciptakan istilah "Scientific Management" untuk menggambarkan metode yang dia bangun melalui studi empiris. Kegiatannya, seperti yang lainnya, meliputi topik-topik seperti pengorganisasian pekerjaan dengan manajemen, seleksi pekerja, pelatihan, dan kompensasi tambahan bagi seluruh individu yang memenuhi standar yang dibuat perusahaan. Scientific Management memiliki efek yang besar terhadap Revolusi Industri, baik di Amerika maupun di luar negara Amerika.
Keluarga Gilbreth diakui akan pengembangan terhadap Studi Waktu dan Gerak (Time and Motion Studies). Frank Bunker Gilbreth dan istrinya Dr. Lillian M. Gilbreth melakukan penelitian mengenai Pemahaman Kelelahan (Fatigue), Skill Development, Studi Gerak (Motion Studies), dan Studi Waktu (Time Studies). Lillian Gilbreth memeliki gelasr Ph.D. dalam bidang Psikologi yang membantunya dalam memahami masalah-masalah manusia. Keluarga Gilbreth meyakini bahwa terdapat satu cara terbaik ("one best way") untuk melakukan pekerjaan. Salah satu pemikiran mereka yang siginifikan adalah pengklasifikasian gerakan dasar manusia ke dalam 17 macam, dimana ada gerakan yang efektif dan ada yang tidak efektif. Mereka menamakannya Tabel Klasifikasi Therbligs (ejaan terbalik dari kata Gilbreth). Gilbreth menyimpulkan bahwa waktu untuk menyelesaikan gerakan yang efektif (effective therblig) lebih singkat tetapi sulit untuk dikurangi, demikian sebaliknya dengan non-effective therbligs. Gilbreth mengklaim bahwa setiap bentuk pekerjaan dapat dipisah-pisah ke dalam bentuk pekerjaan yang lebih sederhana.
Saat Amerika Serikat menghadapi Perang Dunia II, secara diam-diam pemerintah mendaftarkan para ilmuwan untuk meneliti perencanaan, metode produksi, dan logistik dalam perang. Para ilmuwan ini mengembangkan sejumlah teknik untuk pemodelan dan memprediksi solusi optimal. Lebih lanjut saat informasi ini terbongkar. lahirlah Operation Research. Banyak hasil penelitian yang masih sangat teoritis dan pemahaman bagaimana menggunakannya dalam dunia nyata tidak ada. Hal inilah yang menyebabkan jurang antara kelompok Operation Research (OR) dan profesi insinyur terlalu lebar. hanya sedikit perusahaan yang dengan sigap membentuk departemen Operation Research dan mengkapitalisasikannya.
Pada 1948 sebuah komunitas baru, American Institute for Industrial Engineers (AIIE), dibuka untuk pertama kalinya. Pada masa ini Teknik Industri benar-benar tidak mendapat tempat yang khusus dalam struktur perusahaan. Selama tahun 1960 dan sesudahnya, beberapa perguruan tinggi mulai mengadopsi teknik-teknik operation research dan menambahkannya pada kurikulum Teknik Industri. Sekarang untuk pertama kalinya metode-metode Teknik Industri disandarkan pada fondasi analisa, termasuk metode empiris terdahulu lainnya. Pengembangan baru terhadap optimisasi dalam matematika sebagaimana metode baru dalam analisa statistik membantu dalam mengisi lubang kosong bidang Teknik Industri dengan pendekatan teoritis.
Kemudian, permasalahan Teknik Industri menjadi begitu besar dan kompleks pada dan saat komputer digital berkembang. Dengan komputer digital dan kemampuannya menyimpan data dalam jumlah besar, insinyur Teknik Industri memiliki alat baru untuk mengkalkulasi permasalahan besar secara cepat. Sebelumnya komputasi pada suatu sistem memakan mingguan bahkan bulanan, tetapi dengan komputer dan perkembangan sub-program "sub-routines", perhitungan dapat dilakukan dalam hitungan menit dan dengan mudah dapat diulangi terhadap kriteria problem yang baru. Dengan kemampuannya menyimpan data, hasil perhitungan pada sistem sebelumnya dapat disimpan dan dibandingkan dengan informasi baru. Data-data ini membuat Teknik Industri menjadi cara yang kuat dalam mempelajari sistem produksi dan reaskinya bila terjadi perubahan.
Di Indonesia
Sejarah Teknik Industri di Indonesia di awali dari kampus Universitas Sumatera Utara [USU] dengan situs http://ft.usu.ac.id/ [[1]], Medan pada tahun 1965 dan dilanjutkan dengan Teknik Industri ITB Institut Teknologi Bandung. Sejarah pendirian pendidikan Teknik Industri di ITB tidak terlepas dari kondisi praktek sarjana mesin pada tahun lima-puluhan. Pada waktu itu, profesi sarjana Teknik mesin merupakan kelanjutan dari profesi pada zaman Belanda, yaitu terbatas pada pekerjaan pengoperasian dan perawatan mesin atau fasilitas produksi. Barang-barang modal itu sepenuhnya diimpor, karena di Indonesia belum terdapat pabrik mesin.
Di Universitas Indonesia (www.ui.edu), keilmuan Teknik Industri telah dikenalkan pada awal tahun tujuh puluhan, dan merupakan sub bagian dari keilmuan Teknik Mesin. Sejak 30 Juni 1998, diresmikanlah Jurusan Teknik Industri (sekarang Departemen Teknik Industri) Fakultas Teknik Universitas Indonesia, situs resminya di http://www.ie.ui.ac.id/
Kalau pada masa itu, dijumpai bengkel-bengkel tergolong besar yang mengerjakan pekerjaan perancangan konstruksi baja seperti yang antara lain terdapat di kota Pasuruan dan Klaten, pekerjaan itu pun masih merupakan bagian dari kegiatan perawatan untuk mesin-mesin pabrik gula dan pabrik pengolahan hasil perkebunan yang terdapat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dengan demikian kegiatan perancangan yang dilakukan oleh para sarjana Teknik Mesin pada waktu itu masih sangat terbatas pada perancangan dan pembuatan suku-suku cadang yang sederhana berdasarkan contoh-contoh barang yang ada. Peran yang serupa bagi sarjana Teknik Mesin juga terjadi di pabrik semen dan di bengkel-bengkel perkereta-apian.
Pada saat itu, dalam menjalankan profesi sebagai sarjana Teknik Mesin dengan tugas pengoperasian mesin dan fasilitas produksi, tantangan utama yang mereka hadapi ialah bagaimana agar pengoperasian itu dapat diselenggarakan dengan lancar dan ekonomis. Jadi fokus pekerjaan sarjana Teknik Mesin pada saat itu ialah pengaturan pembebanan pada mesin-mesin agar kegiatan produksi menjadi ekonomis, dan perawatan (maintenance) untuk menjaga kondisi mesin supaya senantiasa siap pakai.
Pada masa itu, seorang kepala pabrik yang umumnya berlatar-belakang pendidikan mesin, sangat ketat dan disiplin dalam pengawasan terhadap kondisi mesin. Di pagi hari sebelum pabrik mulai beroperasi, ia keliling pabrik memeriksa mesin-mesin untuk menyakini apakah alat-alat produksi dalam keadaan siap pakai untuk dibebani suatu pekerjaan.
Pengalaman ini menunjukan bahwa pengetahuan dan kemampuan perancangan yang dipunyai oleh seorang sarjana Teknik Mesin tidak banyak termanfaatkan, tetapi mereka justru memerlukan bekal pengetahuan manajemen untuk lebih mampu dan lebih siap dalam pengelolaan suatu pabrik dan bengkel-bengkel besar.
Sekitar tahun 1955, pengalaman semacam itu disadari benar keperluannya, sehingga sampai pada gagasan perlunya perkuliahan tambahan bagi para mahasiswa Teknik Mesin dalam bidang pengelolaan pabrik.
Pada tahun yang sama, orang-orang Belanda meninggalkan Indonesia karena terjadi krisis hubungan antara Indonesia-Belanda, sebagai akibatnya, banyak pabrik yang semula dikelola oleh para administratur Belanda, mendadak menjadi vakum dari keadministrasian yang baik. Pengalaman ini menjadi dorongan yang semakin kuat untuk terus memikirkan gagasan pendidikan alternatif bidang keahlian di dalam pendidikan Teknik Mesin.
Pada awal tahun 1958, mulai diperkenalkan beberapa mata kuliah baru di Departemen Teknik Mesin, diantaranya : Ilmu Perusahaan, Statistik, Teknik Produksi, Tata Hitung Ongkos dan Ekonomi Teknik. Sejak itu dimulailah babak baru dalam pendidikan Teknik Mesin di ITB, mata kuliah yang bersifat pilihan itu mulai digemari oleh mahasiswa Teknik Mesin dan juga Teknik Kimia dan Tambang.
Sementara itu pada sekitar tahun 1963-1964 Bagian Teknik Mesin telah mulai menghasilkan sebagian sarjananya yang berkualifikasi pengetahuan manajemen produksi/teknik produksi. Bidang Teknik Produksi semakin berkembang dengan bertambahnya jenis mata kuliah. Mata kuliah seperti : Teknik Tata Cara, Pengukuran Dimensional, Mesin Perkakas, Pengujian Tak Merusak, Perkakas Pembantu dan Keselamatan Kerja cukup memperkaya pengetahuan mahasiswa Teknik Produksi.
Pada tahun 1966 - 1967, perkuliahan di Teknik Produksi semakin berkembang. Mata kuliah yang berbasis teknik industri mulai banyak diperkenalkan. Sistem man-machine-material tidak lagi hanya didasarkan pada lingkup wawasan manufaktur saja, tetapi pada lingkup yang lebih luas yaitu perusahaan dan lingkungan. Dalam pada itu, di Departemen ini mulai diajarkan mata kuliah : Manajemen Personalia, Administrasi Perusahaan, Statistik Industri, Perancangan Tata Letak Pabrik, Studi Kelayakan, Penyelidikan Operasional, Pengendalian Persediaan Kualitas Statistik dan Programa Linier. Sehingga pada tahun 1967, nama Teknik Produksi secara resmi berubah menjadi Teknik Industri dan masih tetap bernaung di bawah Bagian Teknik Mesin ITB.
Pada tahun 1968 - 1971, dimulailah upanya untuk membangun Departemen Teknik Industri yang mandiri. Upaya itu terwujud pada tanggal 1 Januari 1971.

Sumber : http://id.wikipedia.org